Kini Tak Bisa Nangis atau Berkeringat, Alergi Air Balita Ini Memburuk

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Kini Tak Bisa Nangis atau Berkeringat, Alergi Air Balita Ini Memburuk

Kini Tak Bisa Nangis atau Berkeringat, Alergi Air Balita Ini Memburuk

KEPONEWS.COM - Kini Tak Bisa Nangis atau Berkeringat, Alergi Air Balita Ini Memburuk Jakarta - Menurut Livescience, aquagenic urticaria merupakan sebuah alergi yang cukup langka dan kasusnya hanya terlaporkan di literatur kedokteran sejumlah kurang dari 100 kasus.Ivy Angerman didiagno...
Loading...
Jakarta - Menurut Livescience, aquagenic urticaria merupakan sebuah alergi yang cukup langka dan kasusnya hanya terlaporkan di literatur kedokteran sejumlah kurang dari 100 kasus.

Ivy Angerman didiagnosis kondisi langka tersebut pada Oktober tahun lalu. Sang ibu sempat mengunggah video di sosmed saat dia mandi dan kemunculan ruam di tubuhnya begitu Ivy kontak dengan air mandi yang akhirnya viral.

Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) menyebutkan aquagenic urticaria menyebabkan ruam yang secara cepat menyebar ke seluruh tubuh begitu kulit si pengidap kontak dengan air, apapun suhunya.


"Apakah dia bisa pergi ke daycare? Apakah ia akan bisa masuk sekolah umum? Apakah ia akan bisa pergi ke laut? Aku tidak tahu," kata ibunya, Brittany (27), Februari lalu di situs Fox9.

Kini tak hanya air mandi saja, namun dari air mata hingga keringatnya dapat menimbulkan reaksi. Brittany bahkan mengatakan menyentuh salju juga bisa memunculkan ruam di tubuh Ivy.

Aquagenic Urticaria menyebabkan munculnya ruam dan gatal pada tubuh Ivy begitu kontak dengan air.Aquagenic Urticaria menyebabkan munculnya ruam dan gatal pada tubuh Ivy begitu kontak dengan air. Foto: internet
Ruam ini dapat bertahan di tubuhnya selama 15 menit hingga satu jam. Namun kalau Ivy meminum antihistamin, obat satu-satunya, waktu reaksinya berkurang.

"Anakku baru-baru ini sering mengeluh merasa panas di ruamnya. Dia dulu suka waktu mandi dan suka bermain salju, tapi sekarang dia sembunyi dan enggak mau pergi ke kamar mandi atau keluar," ungkap Brittany, seperti dikutip dari People.

Dulu, lanjut Brittany, Ivy masih bisa mandi dua kali seminggu. Sekarang Ivy, berusia 21 bulan, hanya dapat mandi sekali seminggu saja.

Tantangan terbesar lainnya merupakan membuat putri semata wayangnya tersebut untuk tidak menangis. Karena bahkan air mata juga memperburuk reaksi ruam tersebut, namun Brittany mengaku Ivy masih terlalu muda untuk memahaminya.

Sempat dipermasalahkan sebagai penyebab Ivy memiliki alergi tersebut, kini rumah mereka yang dibangun tahun 1901 telah mengalami perbaikan besar. Namun Brittany tetap ingin mencari rumah baru dengan air conditioner (AC) sentral supaya Ivy tidak berkeringat dan sistem air yang lebih baik.


Ia mengkhawatirkan cuaca hangat yang sebentar lagi akan datang, karena sinar matahari yang panas dapat membuat putrinya berkeringat dan berujung makin banyak ruam dan gatal-gatal.

Bahkan kamar Ivy yang berada di lantai dua rumah tersebut telah berhawa panas yang membuatnya muncul ruam bahkan di tengah malam. Brittany melihatnya sering menendang-nendang di bawah selimut seperti ada sesuatu yang mengganggu di tubuhnya.

"Sedih sekali melihatnya, melihat anakku takut dengan badannya sendiri membuatku bersedih dan merasa tak berdaya," tutur Brittany lagi.

Ia beserta suaminya Dan (31) juga sempat membuat laman donasi daring sebagai dukungan bagi anaknya, dan melihat banyaknya dukungan dari bahkan orang asing membangkitkan semangat keluarganya. "Membuatmu sadar bahwa masih ada banyak orang baik di dunia ini," imbuhnya.

Brittany sempat takut alergi ini merambah ke organ dalam anaknya. Ia mengaku masih banyak ketidaktahuan yang membuatnya sangat stres, akan tetapi ia meyakinkan diri untuk melaluinya karena harus fokus pada Ivy.

"Kami tak tahu apa yang akan terjadi, tapi kami berterima kasih kepada semua orang atas dukungannya. Sangat berarti sekali. Kami jadi tidak merasa sendirian," tutupnya.

Foto: Ivy Angerman, Bocah Umur 18 Bulan Yang Mengidap Alergi Air Langka

(Frieda Isyana Putri/up)

Comments