Kiat GoPay Pimpin Pasar Dompet Digital Tanpa 'Bakar Uang'

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Kiat GoPay Pimpin Pasar Dompet Digital Tanpa 'Bakar Uang'

Kiat GoPay Pimpin Pasar Dompet Digital Tanpa 'Bakar Uang'

KEPONEWS.COM - Kiat GoPay Pimpin Pasar Dompet Digital Tanpa 'Bakar Uang' Sisanya sebesar 29 persen akan tetap memakai Ovo, sebesar 11 persen tetap memakai Dana, dan 6 persen memakai LinkAja. Hasil temuan kami menemukan bahwa loyalitas konsumen untuk tetap memakai dompet...
Loading...

Sisanya sebesar 29 persen akan tetap memakai Ovo, sebesar 11 persen tetap memakai Dana, dan 6 persen memakai LinkAja. Hasil temuan kami menemukan bahwa loyalitas konsumen untuk tetap memakai dompet digital tanpa promo tergantung pada kualitas layanan, Olivia menambahkan.

GoPay unggul di mayoritas parameter kualitas layanan dompet digital. Di antaranya aspek keamanan (76%), kepraktisan (77%), inovasi (72%), layanan pelanggan (73%), dan dapat diterima atau bisa digunakan dimana-mana (76%).

Penelitian dilakukan Ipsos yang merupakan perusahaan riset global terbesar ketiga di dunia asal Perancis itu pada periode 20 Desember 2019 15 Januari 2020. Survei dengan metode random sampling dan tatap muka.

Responden berjumlah 500 orang tersebar di lima kota besar; Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Palembang, dan Manado. Mayoritas merupakan milenial (kelahiran 1980-1996) dan generasi (gen) Z (kelahiran 1997-2002). Fokusnya ke generasi muda karena Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Kelas produktif itu didominasi milenial, ucapnya.

Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menceritakan bagaimana GoPay bisa terus bertumbuh seperti sekarang karena memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. Dia bisa melakukan apa yang sejauh ini bank tidak bisa lakukan. Bukan berarti menggantikan bank. Dan tentu saja karena ada ekosistem yang terbentuk di Gojek, ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Poltak menegaskan, inovasi menjadi kunci utama dalam persaingan dompet digital saat ini. Bukan lagi semata jualan promo. Ya seperti contoh GoPay saja yang awalnya sesederhana itu; menolong untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah itu harus mendengar apa yang konsumen butuhkan dan lakukan inovasi, paparnya.

Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata, mengatakan promo akan tetap ada tapi hanya bersifat taktikal dan sesuai sasaran seperti dilakukan industri lain dan termasuk kartu kredit perbankan. Bukan yang bersifat terus menerus dan jor-joran lagi.

Kalau di GoPay fokusnya dari awal merupakan sustainability dan profitability. Dan seperti kalian tahu, dari awal kan promo GoPay ya paling jelek lah. Biasa saja tidak sampai besar. Tapi paling banyak penggunanya karena kita tingkatkan di layanan, ujarnya.

Kiat GoPay Pimpin Pasar Dompet Digital Tanpa 'Bakar Uang'

Comments