Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Kubu Prabowo bakal Bela Habis-habisan

Nasional

News / Nasional

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Kubu Prabowo bakal Bela Habis-habisan

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Kubu Prabowo bakal Bela Habis-habisan

KEPONEWS.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Kubu Prabowo bakal Bela Habis-habisan JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon mengatakan pihaknya akan membela Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Wa...
Loading...

JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon mengatakan pihaknya akan membela Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus Wakil Ketua BPN Slamet Ma'arif.

Slamet Ma'arif menjadi terduga atas sangkaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 perihal Pemilihan Umum.

Peningkatan status Slamet Ma'arif menjadi terduga itu setelah penyidik Polresta Surakarta, Jawa Tengah, melakukan serangkaian gelar perkara pada Jumat (8/2/2019).

"Saya kira kami akan bela habis-habisan tentu saja."

"Karena menurut saya ini (proses hukum terhadap Slamet) tidak perlu," ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Kalau kita lihat apa yang terjadi ini kan bersifat administratif saja ya."

"Jangan dikriminalisasi. Banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 tapi tidak ditindaklanjuti," ucapnya.

Di sisi lain, Fadli menilai, saat ini ada upaya untuk membungkam kritik sekaligus menghambat kerja-kerja pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu, kata Fadli, ditunjukkan dengan adanya sejumlah kasus hukum yang menjerat tokoh-tokoh di kubu Prabowo-Sandiaga.

Ia mencontohkan kasus pelanggaran Undang-Undang Berita dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Buni Yani.

Kemudian kasus ujaran kebencian yang menimpa juru kampanye BPN Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani dijatuhi vonis hukuman penjara 1 tahun 6 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019).

"Saya lihat ini ialah bagian dari upaya untuk membungkam kritik."

"Sekaligus juga menghambat kerja BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Fadli Zon: Kami Akan Bela Slamet Ma'arif Habis-habisan

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Jadi Tersangka, Kubu Prabowo bakal Bela Habis-habisan

Comments