Ketua PA 212 Merasa Dikriminalisasi, SBY Mohon Doa Ibu Ani Sembuh

Nasional

News / Nasional

Ketua PA 212 Merasa Dikriminalisasi, SBY Mohon Doa Ibu Ani Sembuh

Ketua PA 212 Merasa Dikriminalisasi, SBY Mohon Doa Ibu Ani Sembuh

KEPONEWS.COM - Ketua PA 212 Merasa Dikriminalisasi, SBY Mohon Doa Ibu Ani Sembuh Polisi menetapkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma arif, sebagai terduga dalam perkara pelanggaran Undang Undang Pemilu perihal Kampanye. Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Nove...


Polisi menetapkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma arif, sebagai terduga dalam perkara pelanggaran Undang Undang Pemilu perihal Kampanye.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, menyayangkan atas penetapan Slamet Ma arif sebagai terduga dalam kasus tersebut. Menurutnya hal tersebut merupakan bagian tindak kriminalisasi ulama kembali.

Seperti diketahui, Slamet Ma arif memang diundang dalam kegiatan tablig akbar 212 yang diselenggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah. Tapi, dia telah membantah bahwa kehadirannya di situ bukan sebagai tim sukses atau juru kampanye dari pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

Setidaknya informasi itulah yang jadi kabar paling populer di laman VIVA, sepanjang Senin, 11 Februari 2019.

Isu terpopuler kedua datang dari insiden saat deklarasi alumni 375 SMA se-Jakarta yang menyokong Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di daerah Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Februari 2019.

Dalam kesempatan tersebut, sempat ada kejadian tak mengenakan. Tiga pria hampir menjadi sasaran amukan massa karena diduga berpose dua jari untuk menyokong Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di acara tersebut.

Isu terpopuler ketiga datang dari Chelsea yang harus menelan kekalahan telak 0-6 dari Manchester City dalam laga lanjutan Premier League, Minggu, 10 Februari 2019. Manajer The Blues, Maurizio Sarri pun tampak kecewa atas hasil tersebut.

Berikut lima informasi terpopuler di laman VIVA, sepanjang Senin, 11 Februari 2019:

1. Ketua PA 212 Jadi Terduga, Novel: Kriminalisasi Ulama Lagi

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin.

Polisi menetapkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma arif, sebagai terduga dalam perkara pelanggaran Undang Undang Pemilu perihal Kampanye.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, menyayangkan atas penetapan Slamet Ma arif sebagai terduga dalam kasus tersebut.

"Iya kami sayangkan tindak kriminalisasi ulama terjadi lagi. Kali ini menimpa ketua kami, ketua PA 212," ujar Novel kepada VIVA di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Slamet Ma arif memang diundang dalam kegiatan tablig akbar 212 yang diselenggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah. Tapi, dia telah membantah bahwa kehadirannya di situ bukan sebagai tim sukses atau juru kampanye dari pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

"Beliau seperti saya juga seorang mubalig memberikan tausiahnya karena emang diundang untuk berceramah dan beliau juga bukan jurkam atau timses," ujarnya.

Novel memaparkan, apa yang disampaikan Slamet Ma arif itu hanya pesan-pesan usaha sebagaimana diamanatkan oleh ijtima ulama. Baca selengkapnya.

2. Diduga Pose 2 Jari, Tiga Pria Diamankan saat Deklarasi Jokowi

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi alumni SMA.

Panasnya tensi politik, semakin terlihat jelang-jelang pemilihan presiden 2019 dan pemilihan legislatif 2019, yang tinggal dua bulan lagi. Salah satu contohnya, ialah ketika deklarasi alumni 375 SMA se-Jakarta yang menyokong Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di daerah Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat kemarin, Minggu 10 Februari 2019.

Dalam kesempatan tersebut, sempat ada kejadian tak mengenakan. Karena salah paham, sebanyak tiga orang pria hampir saja menjadi amukan massa di sana.

Tiga orang yang belakangan diketahui berinisial H, E, dan S diduga berpose dua jari menyokong Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam acara itu. Padahal, ketiganya ternyata juga simpatisan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Iya, missed komunikasi, karena mereka (H, E, dan S) ini tadinya tidak niat ke situ (acara deklarasi). Mereka ini dari Muara Angke, PIK mau ke Blok M, naik bus TransJakarta. Terus, lihat banyak pendukung 01 (di Senayan), lalu ikut-ikut ke sana," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, Ajun Komisaris Besar Polisi Lukman Cahyono, saat dikonfirmasi VIVA, Senin, 11 Februari 2019.

"Jadi, mereka ya tidak sengaja, ingin datang selfie-selfie datang ke situ. Tidak ada rencana ikut deklarasi," tambahnya. Baca selengkapnya.

image_title

Jokowi Jadi Bapak Pariwisata saat Harga Tiket Pesawat Naik

image_title

Jokowi: BBM Naik 500 Perak Demo Bisa Empat Bulan

image_title

Jokowi Pastikan Larangan Pemda Rapat di Hotel Tak Lanjut

3. Chelsea Dibantai 0-6, Sarri Tolak Jabat Tangan Guardiola

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri (Foto: skysports)

Chelsea harus menelan kekalahan dengan skor cukup telak kala bertandang ke markas Manchester City dalam laga lanjutan Premier League, Minggu 10 Februari 2019. Manajer The Blues, Maurizio Sarri pun tampak kecewa atas hasil tersebut.

Di Etihad Stadium, ManCity menghabisi Chelsea dengan skor telak 6-0. Tuan rumah berhasil unggul cepat lewat gol Raheem Sterling di menit keempat.

Kemudian, Sergio Aguero memperlebar kedudukan menjadi 3-0 melalui dua golnya di menit 13 dan 19. Memasuki menit 25, gol tambahan Ilkay Guendogan membuat ManCity unggul dengan skor 4-0 di paruh pertama.

Paruh kedua, ManCity berhasil menambah dua gol lagi melalui Aguero dan Sterling. ManCity memang benar-benar menguasai jalannya laga, dan Chelsea tak bisa mendapatkan peluang berarti.

Usai laga, ada momen yang menarik perhatian. Di mana, Josep Guardiola yang coba menghampiri Sarri untuk menjabat tangan malah mendapat penolakan dari manajer Chelsea tersebut. Baca selengkapnya.

4. SBY dan Ibas Mohon Doa Agar Ibu Ani Sembuh

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencium istrinya, Ani

Ani Yudhoyono, istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tengah dirawat di rumah sakit. Hal itu disampaikan Ketua Divisi Komunikasi Publik Demokrat Imelda Sari.

"Saat ini Ibu Ani Yudhoyono masih dirawat di Singapura semenjak Sabtu pekan lalu," kata Imelda lewat pesan tertulis, Senin, 11 Februari 2019.

Mengenai sakit apa yang tengah diderita Ani saat ini, Imelda belum bisa mengungkapkannya. Dia menyebutkan, saat ini keluarga masih menunggu hasil observasi dari tim kedokteran.

"Keluarga Pak SBY masih menunggu hasil dari tim dokter yang saat ini masih terus melakukan observasi," ujar Imelda.

Dia memberikan, permohonan doa dan dukungan dari SBY untuk kesembuhan dari puteri Sarwo Edhie Wibowo tersebut. Imelda memberikan titipan permohonan doa dari putra Ani adalah Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Baca selengkapnya.

5. Jadi Terduga, Ketum PA 212: Memalukan Hukum di Indonesia

Ketua PA 212 Slamet Maarif saat diperiksa di Polresta Solo

Polres Surakarta, Jawa Tengah menetapkan status terduga terhadap Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif. Penetapan terduga terkait sangkaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar di Solo yang dihelat Minggu, 13 Januari 2019 lalu.

Merespons status terduga itu, Slamet mengaku prihatin. Ia kecewa ada ketidakadilan dalam kasus yang menjeratnya.

"Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini," kata Slamet dalam pesan singkatnya kepada VIVA, Senin, 11 Februari 2019.

Slamet khawatir dengan penetapan terduga terhadapnya justru akan menurunkan kepercayaan dari rakyat. "Saya khawatir kepercayaan rakyat kepada penegak hukum dan penyelenggara pemilu akan hilang," tutur Slamet.

Terkait rencana pemanggilan dirinya pada Rabu lusa, 13 Februari 2019, ia belum memastikan untuk muncul. Namun, ia mengatakan akan berkomunikasi terlebih dulu dengan pengacaranya. "Langkah berikut saya akan komunikasi dengan pengacara," ujar Slamet.

Dalam kasusnya, Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu, adalah berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi, dan kabupaten/kota. Baca selengkapnya. (ase)

Comments