Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan, Apa yang Harus Dilakukan?

Unik

Ragam / Unik

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan, Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan, Apa yang Harus Dilakukan?

KEPONEWS.COM - Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan, Apa yang Harus Dilakukan? Meski mereka menikah dengan keyakinan masing-masing dan berjalan baik-baik saja hingga hari ini, beberapa orang tetap menganggap jalinan kasih antara dua orang yang berbeda agama berisiko. Psikolog...
Loading...

Meski mereka menikah dengan keyakinan masing-masing dan berjalan baik-baik saja hingga hari ini, beberapa orang tetap menganggap jalinan kasih antara dua orang yang berbeda agama berisiko.

Psikolog dari International Wellbeing Center, Jakarta, Tiara Puspita, M.Psi mengatakan, pada dasarnya hubungan lintas agama memang lebih rumit. Dua insan yang akan menjalani hubungan berbeda keyakinan harus mengerti benar konsekuensi yang akan dihadapi, seperti soal perbedaan nilai, kebudayaan, kemungkinan pertentangan dari lingkungan terdekat, sampai isu soal perpindahan agama. Ini bisa menjadi tarik ulur yang panjang.

Kita perlu memahami dan mendiskusikan soal konsekuensi hubungan yang akan dijalani bahkan sebelum memulai hubungan. Tujuannya, untuk saling memahami arah dan ekspektasi dari kedua belah pihak, terkait perbedaan yang ada. Diskusikan secara terbuka mengenai ekspektasi, nilai, kebudayaan yang kalian anut agar satu sama lain lebih mengerti dan memahami. Diskusikan pula bagaimana kalian akan menghadapi reaksi keluarga, terang Tiara.

Selain berdiskusi dengan pasangan, diskusikan juga dengan lingkungan terdekat dan keluarga. Gunanya merupakan agar Kamu dan pasangan bisa menemukan solusi terbaik, jikalau memang ingin melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan.

Memang tidak mudah dan besar kemungkinan terjadi pertentangan dari banyak sekali pihak. Tetapi Kamu juga tidak bisa terus menerus menyembunyikan hubungan ini bukan?

Jangan menghindari pembicaraan seputar perbedaan keyakinan dengan pasangan dan menunda-nunda mencari solusi. Seringkali kita suka berpikir, yang dijalani saat ini, kan masih masa pacaran. Belum tentu juga menikah dengan dia.

Nanti saja memikirkannya. Mau sampai kapan? Jangan berusaha lari dari kenyataan. Cepat atau lambat, perbedaan keyakinan tetap bisa menjadi masalah.

Lebih baik pahit di awal. Dalam hal ini, Kamu harus memahami konsekuensi dan tuntutan keluarga, sehingga arah hubungan menjadi lebih jelas dan bermasa depan dibandingkan menjalani hubungan tanpa arah. Ini bisa menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu, ujar Tiara.

Akan lebih baik dibicarakan sedini mungkin. Ada beberapa pilihan. Pertama, salah satu mengalah dan mengikuti keyakinan pasangannya. Konsekuensinya, Kamu bisa ditentang keluarga habis-habisan, bahkan dikucilkan. Maka pertimbangkan lagi matang-matang, apakah dia benar-benar pilihan Kamu, hingga rela berkorban sedemikian besarnya?

Kedua, memilih tetap berhubungan dan berkomitmen menjalani pernikahan beda agama di masa depan. Kalau ini pilihannya, maka Kamu perlu mempertimbangkan lebih jauh bagaimana dengan keyakinan yang akan dianut anak-anak kelak? Pilihan ketiga, lebih baik mengakhiri hubungan sebelum beranjak lebih jauh.

Setiap keputusan mempunyai konsekuensinya. Mungkin lebih baik, kalau salah satu mengalah dan mengikuti keyakinan pasangannya. Namun hal ini juga perlu dipikirkan baik-baik, karena artinya kita harus siap melepas nilai yang selama ini diyakini dan menggantinya dengan nilai yang baru. Meski Kamu dan pasangan termasuk orang yang tidak religius, ini tetap berat karena masalah keyakinan bergantung pada pribadi masing-masing, tak boleh ada paksaan dari pihak manapun, tutup Tiara.

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan, Apa yang Harus Dilakukan?

Comments