Kesehatan mental karyawan terganggu karena Corona? Ini 4 solusinya

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Kesehatan mental karyawan terganggu karena Corona? Ini 4 solusinya

Kesehatan mental karyawan terganggu karena Corona? Ini 4 solusinya

KEPONEWS.COM - Kesehatan mental karyawan terganggu karena Corona? Ini 4 solusinya Karena penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah mengeluarkan anjuran agar masyarakat menjaga jarak antar sesama. Jikalau sebelumnya diberlakukan jaga jarak sosial (social distancing), kini malah...

Karena penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah mengeluarkan anjuran agar masyarakat menjaga jarak antar sesama. Jikalau sebelumnya diberlakukan jaga jarak sosial (social distancing), kini malah anjuran itu diperketat menjadi jaga jarak fisik (physical distancing). Tujuannya untuk membatasi pergerakan penyebaran virus.

Kendati beberapa waktu lalu dikumandangkan untuk melakukan banyak sekali aktivitas dari rumah (#dirumahaja), namun masih ada perusahaan yang belum memberlakukan anjuran tersebut. Masih ada karyawan yang tetap harus bekerja dari kantor.

Dalam kondisi seperti itu, penyeberan virus corona tak hanya berdampak pada kesehatan fisik semata, namun juga bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mental pekerja. Kondisi ini menuntut seorang manajer harus membantu karyawan berjuang melawan depresi, cemas atau gangguan kesehatan mental lainnya. Memang sih, isu kesehatan mental tidak ada dalam deskripsi pekerjaan seorang manajer. Tetapi dalam kondisi seperti sekarang, seorang manajer harus memahami hal tersebut.

Kesehatan Mental Corona © 2020(womansday.com)

Berdasarkan survei tahun 2019 yang dilakukan perusahaan asuransi Willis Towers Watson, hanya seperempat pengusaha dari kelas menengah sampai besar yang mengatakan bahwa mereka melatih manajer di perusahaan mereka untuk memerhatikan kesehatan mental karyawannya.

Karena itu seorang manajer harus paham cara mengetahui dan mendekati karyawan yang mempunyai masalah kesehatan mental dengan cara yang sopan dan tetap produktif. Terutama saat isu penyebaran virus corona menjadi kekhawatiran semua pihak.

Meskipun kesehatan karyawan secara fisik baik-baik saja, tetapi mental mereka sedang diuji dengan beredarnya kabar dan gosip perihal penyebaran virus corona. Inilah empat hal yang harus diketahui seorang manajer untuk mengatasi masalah kesehatan mental karyawan.

1. Lihat tandanya

Kesehatan Mental Corona © 2020(elements.envato.com via business.tutsplus.com)

Ketika Kamu melihat perubahan pada seorang karyawan yang berbeda dari biasanya, misalnya karyawan A menjadi lebih sarkastik, lebih terlihat berantakan, lemas atau bisa juga terlihat tidak konsentrasi terhadap pekerjaannya, maka dengan tanda-tanda seperti ini, jangan menganggap dia akan mendatangi Kamu dan memberitahu apa yang terjadi.

Menurut American Psychiatric Association (APA), hanya 20% karyawan yang merasa nyaman bila mereka membicarakan masalah kesehatan mental di tempat kerja. Orang-orang takut bahwa masalah kesehatan mental itu akan memengaruhi karier mereka.

Ketika hal ini terjadi, Kamu harus mulai mendatanginya atau menghubunginya. Tidak usah malu ataupun gengsi, tidak perlu takut hilang batasan antara manajer dan karyawan.

2. Jangan langsung memberi diagnosis

Kesehatan Mental Corona © 2020(hrmorning.com)

Jangan pernah langsung menanyakan kepada mereka bahwa Kamu mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Gunakan kata-kata pertanyaan seperti Kamu tidak terlihat seperti biasanya, ada apa?

Apakah kamu baik-baik saja? Kamu itu kerjanya bagus, tapi kok akhir-akhir ini ada perubahan ya. Kamu kenapa? Biarkan saya bantu kalau ada apa-apa. Kamu juga bisa mengingatkan bahwa karyawan tersebut bisa berbicara perihal apa saja kepada Kamu.

3. Buang stigma negatif

Kesehatan Mental Corona © 2020(womansday.com)

Cobalah untuk membuang stigma negatif dengan membangun hubungan. Jikalau karyawan tersebut belum juga mengatakan kepada Kamu, mungkin mereka takut akan stigma kesehatan mental karyawan terganggu akan memeranguhi kariernya. Katakan pada mereka bagaimana Kamu juga sebagai manajer pernah membuang stigma negatif di pikiran Kamu.

Semakin banyak pembicaraan bahwa Kamu tidak peduli dengan stigma, semakin terbukti Kamu akan membantunya berjuang dengan masalahnya. Tetapi, jangan pernah Kamu membandingkan kisah Kamu dengan kisah mereka. Itu hanya akan memperburuk keadaan.

4. Tahu kapan harus berhenti

Kesehatan Mental Corona © 2020(Talenta.co)

Bila Kamu sudah mencoba banyak sekali hal di atas tetapi tidak juga berhasil dan karyawan Kamu juga secara langsung mengatakan tidak ingin membahas situasinya atau tidak ingin mendapat bantuan, Kamu dapat mundur, dengan asumsi kinerja karyawan tersebut tidak terpengaruh oleh apapun.

Jikalau hal seperti ini terjadi, tetap awasi kinerja karyawan Kamu di kemudian hari. Bila ada perubahan, langsung ditindaklanjuti. Kamu juga bisa berkonsultasi pada bagian HRD dan jelaskan apa yang Kamu amati.

Kamu juga dapat mulai memberlakukan work from home bagi karyawan Kamu. Selain mengurangi gangguan mental pada karyawan, cara kerja dari rumah juga merupakan imbauan.

Kamu juga dapat mulai memakai software dalam mengelola karyawan. Salah satunya seperti Talenta yang saat ini mengadakan program #Wfhbukanliburan. Program ini ialah serangkaian kampanye dalam menyokong imbauan pemerintah untuk melakukan work from home serta menyokong usaha tetap produktif di tengah krisis penyebaran virus corona dengan memaksimalkan penggunaan teknologi HRIS.

Recommended By Editor

Comments