Kepemilikan Mumi Berusia 1.000 Tahun Diperebutkan di Pengadilan Belanda

Internasional

News / Internasional

Kepemilikan Mumi Berusia 1.000 Tahun Diperebutkan di Pengadilan Belanda

Kepemilikan Mumi Berusia 1.000 Tahun Diperebutkan di Pengadilan Belanda

KEPONEWS.COM - Kepemilikan Mumi Berusia 1.000 Tahun Diperebutkan di Pengadilan Belanda DEN HAAG Pengadilan Belanda akan menggelar persidangan sengketa kepemilikan sebuah mumi biksu berusia 1.000 tahun antara kolektor lokal dengan warga sebuah desa di China yang mengklaim jasad leluhur...
Loading...

DEN HAAG Pengadilan Belanda akan menggelar persidangan sengketa kepemilikan sebuah mumi biksu berusia 1.000 tahun antara kolektor lokal dengan warga sebuah desa di China yang mengklaim jasad leluhur mereka telah dicuri. Pada persidangan yang akan digelar pada Jumat, 14 Juli itu, pengadilan akan mendengar argumen dari kedua belah pihak.

Warga Desa Yangchun sebelah timur China akan berhadapan dengan seorang kolektor Belanda dalam kasus tersebut. Berdasarkan keterangan pengacara pihak warga desa, Jan Holtuis, kolektor yang tidak disebutkan namanya itu telah membeli sebuah membeli patung Budha berisi sisa-sisa seorang biarawan yang dicuri di Hong Kong pada 1996.

BERITA REKOMENDASI

Patung Buddha seukuran manusia yang sedang duduk itu dikenal dengan nama "Patriarki Zhanggong" itu menghilang dari sebuah kuil di Yangchun pada akhir 1995 setelah disembah selama berabad-abad. Setelah hilang selama dua dekade, patung Buddha itu kembali muncul ketika penduduk desa mengenalinya sebagai bagian dari pameran Mummy World Exhibition di Museum Sejarah Alam Budapest pada 2015.

"Kami akan mengajukan argumen kepada hakim untuk menjelaskan mengapa penduduk desa menginginkan patung mereka kembali," kata Jan sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat (14/7/2017).

Jan mengatakan, menurut hukum Belanda, seseorang tidak diperbolehkan memiliki jasad yang telah dikenali sebagai benda kepunyaannya. Menurut Jan, keluarga biksu yang telah menjadi mumi tersebut memiliki bukti bahwa mereka memiliki hubungan darah dan berhak meminta leluhur mereka dikembalikan ke tempat yang seharusnya.

"Kami juga memiliki cukup bukti untuk membuktikan bahwa patung itu memang mumi yang dicuri dari kuil. Fakta bahwa barang itu dijual beberapa bulan setelah dicuri, berisi teks-teks tertentu yang mengacu pada nama 'Zhanggong' dan bahwa penanggalannya kurang lebih sesuai dengan periode ketika biksu itu masih hidup," tambahnya.

Media China melaporkan bahwa kasus ini mendapat perhatian yang besar karena dapat menjadi sebuah penanda kesuksesan pengembalian barang antik China melalui pengadilan. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing menentang keras penjualan artifak yang dicuri dari negaranya, terutama dari abad ke-19 ketika kekuatan Eropa mulai masuk ke China.

Kepemilikan Mumi Berusia 1.000 Tahun Diperebutkan di Pengadilan Belanda

Comments