Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia

Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia

KEPONEWS.COM - Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia Pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Terlebih akhir Oktober 2020 masyarakat bersiap menghadapi libur panjang. Tentunya kondisi ini berisiko meningkatkan angka kasus posit...

Pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Terlebih akhir Oktober 2020 masyarakat bersiap menghadapi libur panjang. Tentunya kondisi ini berisiko meningkatkan angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengimbau pemerintah Indonesia untuk menerapkan sistem yang ketat seperti apa yang dilakukan oleh Australia. Bahkan saat tingkat infeksi masih rendah, Negeri Kanguru tersebut telah melakukan antisipasi secara masif.

Di Australia meski angka positif Covid-19 rendah adalah hanya belasan dan tidak ada korabn yang meninggal, tapi mereka sangat dibatasi mobilisasinya. Mereka hanya diperbolehkan bepergian sejauh 25 kilometer dari tempat tinggal mereka, terang Dicky, dalam Live Streaming Okezone Antisipasi Klaster Libur Panjang , Jumat (23/10/2020).

New Normal

Dicky memaparkan pemerintah Australia bisa melakukan pelacakan secara berlapis terhadap seseorang melalui kartu kredit, mobil dan juga handphone. Alasannya adalah di Autralia perangkat-perangkat tersebut terdaftar dan terpantau pergerakannya.

Jadi di sini ketika awal pandemi Covid-19, masyarakat hanya boleh bepergian 500 meter batasnya dari rumah dan tidak boleh lebih. Kalau lebih maka didenda. Setelah pandemi mereda naik lagi radiusnya jadi 5 kilometer, lanjutnya.

Epidemiolog Imbau Masyarakat Belajar dari 2 Peningkatan Kasus Libur Panjang Sebelumnya

Tak hanya itu, pemerintah Australia juga mewajibkan semua masyarakat memakai alat pembayaran berupa cars seperti E-money selama pandemi dan tidak boleh melakukan pembayaran tunai. Dengan pengendalian seperti itu, hasilnya sudah relatif berhasil. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini.

Jadi harus ada kebesaran hati bagi masyarakat untuk meredam penyebaran virus ini. Virus ini penyebarannya sangat besar, bahkan mencapai 30 persen. Oleh karena itu kita harus membatasi aktivitas keluar rumah. Ini harus diberikan contoh oleh para pejabat publik, dalam bentuk imbauan dan dalam bentuk nyata atau tindakan, tuntasnya.

(hel)

Comments