Kemenkes Siap Perbarui Aplikasi Peduli Lindungi, Cegah Kebocoran Data

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Kemenkes Siap Perbarui Aplikasi Peduli Lindungi, Cegah Kebocoran Data

Kemenkes Siap Perbarui Aplikasi Peduli Lindungi, Cegah Kebocoran Data

KEPONEWS.COM - Kemenkes Siap Perbarui Aplikasi Peduli Lindungi, Cegah Kebocoran Data KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan fasilitas baru yang memungkinkan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) mengakses Peduli Lindungi walaupun sertifikat vaksinnya bukan da...

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan fasilitas baru yang memungkinkan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) mengakses Peduli Lindungi walaupun sertifikat vaksinnya bukan dari Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui dan melacak mobilitas masyarakat di Tanah Air.

CHIEF Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, St, M.Si memaparkan bahwa WNI dan WNA bisa melakukan verifikasi ke website http://vaksinln.dto.kemkes.go.id. Nantinya pengguna bisa memasukan jenis vaksin yang telah mereka terima di luar Indonesia.

aplikasi peduli lindungi

"Kami telah mencoba mencatat beberapa vaksin yang ada di luar negeri. Kurang lebih mirip dengan yang ada di Indonesia seperti Sinovac, Sinopharm, Pfizer, Jhonson n Jhonson, Moderna, AstraZeneca, Sputnik-V dan lainnya," kata Setiaji, dalam sesi jumpa pers yang disiarkan langsung dari channel YouTube Kemenkes, Selasa (14/9/2021)

Ia melanjutkan, bila nantinya ditemukan ada vaksin lain yang digunakan, maka Kemenkes akan menambah dan mengupgrade database tersebut. Terkait dengan bahasa, Untuk website pendaftaran https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/insudah memakai bahasa Inggris.

"Sayangnya untuk software Peduli Lindungi kami sedang siapkan, jadi bukan hanya memakai bahasa Indonesia tapi bahasa yang lain sesuai dengan arahan pak Menko seperti China, Jepang, Rusia, Arab, Inggris dan lainnya untuk multi bilingual," tambahnya.

Kemenkes juga sudah bekerjasama dengan Kemenlu. Karena pendaftaran untuk diplomat mempunyai perbedaan adalah langsung melalui Kemenlu untuk didaftarkan secara langsung ke dalam sistem. Sehingga tidak perlu repot mendaftar melalui sistem ini.

Berbicara soal keamanan Kemenkes akan terus menjaga dari segi security, bahkan terhadap data-data yang diunggah seperti NIK dan Pasport. Kemenkes tidak akan menyimpan data tersebut, setelah itu di approve, maka langsung dihapus datanya.

"Ini untuk menjamin tidak adanya kebocoran data. Selain itu data center software Peduli Lindungi ini ada di Indonesia. Kalau ada kesulitan dalam melakukan verifikasi sertifikat vaksin, maka bisa melakukan kontak ke [email protected]," tuntasnya.

(DRM)

Comments