Kemendagri Tegaskan Tidak Ada Desa Siluman, Tapi...

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kemendagri Tegaskan Tidak Ada Desa Siluman, Tapi...

Kemendagri Tegaskan Tidak Ada Desa Siluman, Tapi...

KEPONEWS.COM - Kemendagri Tegaskan Tidak Ada Desa Siluman, Tapi... JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri memastikan tidak ada yang namanya istilah desa 'siluman' ataupun desa fiktif. Karena desa yang dimaksud justru ada bentuk fisiknya. Direktur Fasilitasi Keuangan dan...
Loading...

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri memastikan tidak ada yang namanya istilah desa 'siluman' ataupun desa fiktif. Karena desa yang dimaksud justru ada bentuk fisiknya.

Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kemendagri Benny Irwan mengatakan, keberadaan desa fiktif ini sejatinya hanya karena masalah administrasi. Desa-desa yang disebut siluman itu dinilai tidak memenuhi syarat administrasi sebagai desa.

Kemenkeu Akan Setop Penyaluran Dana Desa yang Administrasinya Tak lengkap

"Jadi desa fiktif nggak ada. Memang ada beberapa desa yang perlu kita buatkan pembinaan administrasinya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Kesalahan administrasi tersebut, menurut dia tidak lepas dari kondisi beragam desa-desa di Indonesia. Ditambah lagi, masalah masih rendahnya pendidikan yang ada pada aparatur desa.

Dana Desa

Berdasarkan catatannya, 60% aparatur desa merupakan lulusan SMA. Sementara 21% di antaranya hanya lulusan SD.

"Lebih 21% itu tidak lulus pendidikan formal, hanya lulus SD dan SMP. Itu untuk tingkat pendidikan aparatur di desa. 10 ribu desa tak punya kantor desa. Itu data BPS," ucapnya.

Kemenkeu: Dana Desa Sudah Tersalurkan Rp52 Triliun hingga Oktober

Selain itu, dia juga memaparkan bahwa kurang lebih 14.000 desa belum menikmati peredaran listrik. Ditambah lagi, angka penduduk miskin di desa juga tergolong tinggi.

Dengan kondisi demikian, perangkat desa juga harus berhubungan dengan 18 kementerian/lembaga yang semuanya punya urusan langsung dengan desa.

Selanjutnya
Loading...

Comments