Kembali pada Mantan, Mengulangi Kebodohan atau Ingin Memberi Kesempatan?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Kembali pada Mantan, Mengulangi Kebodohan atau Ingin Memberi Kesempatan?

Kembali pada Mantan, Mengulangi Kebodohan atau Ingin Memberi Kesempatan?

KEPONEWS.COM - Kembali pada Mantan, Mengulangi Kebodohan atau Ingin Memberi Kesempatan? Mungkin ada beberapa yang pernah muncul dalam kehidupan kita, tapi sedikit yang sampai memberi kesan mendalam. (Depositphotos) Mantan pacar? Mantan kekasih? Setiap orang, laki-laki dan perempuan, (n...
Kembali pada Mantan, Mengulangi Kebodohan atau Ingin Memberi Kesempatan?

Mungkin ada beberapa yang pernah muncul dalam kehidupan kita, tapi sedikit yang sampai memberi kesan mendalam. (Depositphotos)

Mantan pacar? Mantan kekasih? Setiap orang, laki-laki dan perempuan, (nyaris selalu) terkesiap setiap kali mendengar kata-kata tersebut. Karena berjuta rasanya! Ada marah, sedih, lucu, bahagia, dendam, kecewa, dan lain-lain. Mungkin ada beberapa yang pernah muncul dalam kehidupan kita, tapi sedikit yang sampai memberi kesan mendalam.

Nah, yang sedikit itulah yang kurang-lebih menyebabkan fenomena CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) atau putus-sambung . Masih sayang, masih cinta, terlalu banyak kenangan yang telah dibuat, memberi kesempatan kedua--atau bahkan ketiga, keempat, yang kadang membuat rancu apakah kita yang memberi kesempatan atau kita yang diberi kesempatan--alasan kenyamanan, atau alasan kebodohan (jatuh di lubang yang sama), papar Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

Sang mantan, seseorang yang pernah mengisi hati, mengisi hari-hari, menorehkan kenangan, dan dalam kebersamaan yang terjalin pasti pernah ada rasa saling mengerti. Menjadi mudah untuk di kemudian hari klik lagi. Entah sekadar dalam percakapan biasa, pertemuan biasa, karena memang banyak hal yang si dia tahu dan mengerti perihal kita.

Inilah yang kadang melenakan kita. Terbius kembali pesona lama dan melupakan esensi perpisahan sebelumnya, ujar Anggia. Terjerumus dalam cinta masa lalu bersama sang mantan, imbuhnya.

Hal itu tidak selalu bermakna negatif. Selama kita sudah betul-betul melihat secara objektif permasalahan yang pernah dihadapi bersama sang mantan. Dan telah ada solusi ke depan agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Jangan sampai hanya sekadar rendezvous, mengenang romantisme kisah cinta lama, yang akhirnya membawa kita kembali ke lubang (derita) serupa.

Jadi sebetulnya hampir tidak ada larangan untuk Kamu yang ingin kembali dengan sang mantan. Namun yang sebaik-baiknya ialah pilihan kembali yang tidak akan menjadi bumerang di kemudian hari. Melainkan hubungan yang justru lebih baik dan untuk bersama selamanya, terang Anggia.

Rekomendasi

Comments