Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19

Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19

KEPONEWS.COM - Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19 JAKARTA - Kebijakan lockdown yang ketat dilakukan oleh pemerintah Filipina selama 80 hari. Tujuannya ialah untuk menurunkan potensi penularan virus corona. Meski dilakukan kebijakan lockdown, kasus Co...

JAKARTA - Kebijakan lockdown yang ketat dilakukan oleh pemerintah Filipina selama 80 hari. Tujuannya ialah untuk menurunkan potensi penularan virus corona.

Meski dilakukan kebijakan lockdown, kasus Covid-19 yang terjadi di negara tersebut masih tinggi. Secara nasional, kasus covid-19 di Filipina melampaui 250.000 pada bulan September sekaligus menjadikannya jumlah kasus tertinggi di daerah Asia Tenggara.

Masih tingginya kasus covid-19 membuat indeks harga saham acuan (PSEi) mengalami penurunan 26%. Hal ini pun berdampak pada penurunan jumlah kekayaan, miliarder di Filipina.

Secara kolektif kekayaan 50 miliarder di Filipina turun menjadi USD60,6 miliar atau sekitar Rp892 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD). Padahal setahun sebelumnya, kekayaan kolektif miliarder Filipinan mencapai USD78 miliar atau sekitar Rp1.030 triliun. Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Sebanyak 32 miliarder kaya di Filipina mengalami penurun kekayaan bersih. Sy bersaudara misalnya yang mengalami penurunan kekayaan terbesar meskipun saat ini masih menjadi nomor 1 dengan harta USD13,9 miliar atau sekitar Rp204 triliun.

Kekayaan mereka turun sebesar USD3,3 miliar atau sekitar Rp48 triliun di tengah ekonomi yang berkontraksi dan melonjaknya pengangguran.

Contoh lainnya ialah taipan properti Manuel Villar yang berada di peringkat dua, mengalami yang mengalami penurunan kekayaan USD1,6 miliar atau sekitar Rp23 triliun menjadi USD5 miliar atau sekitar Rp73 triliun

Pagi Ini Rupiah Melemah di Level Rp13.892/USD

Selanjutnya

Comments