Kejar Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Seberapa 'Gereget' Kilang Pertamina?

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kejar Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Seberapa 'Gereget' Kilang Pertamina?

Kejar Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Seberapa 'Gereget' Kilang Pertamina?

KEPONEWS.COM - Kejar Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Seberapa 'Gereget' Kilang Pertamina? JAKARTA - Indonesia masih saja dihadapkan dengan sederet masalah energi. Masalah terbesar terletak pada kilang minyak yang dimiliki PT Pertamina (Persero) yang sudah tua. Dengan demikian, hasil energi...
Loading...

JAKARTA - Indonesia masih saja dihadapkan dengan sederet masalah energi. Masalah terbesar terletak pada kilang minyak yang dimiliki PT Pertamina (Persero) yang sudah tua. Dengan demikian, hasil energi yang ditetapkan belum bisa menjawab tantangan zaman yang penuh polusi, adalah energi ramah lingkungan.

Nyatanya, kondisi kilang di Indonesia sudah berusia 20-30 tahun dengan spesifikasi rancang untuk mengolah minyak jenis sweet crude yang sulit didapat dan harganya juga mahal.

Di sisi lain, konsumsi bahan bakar saat ini tercatat 1,4 juta barel equivalen per hari. Suplai yang bisa dipenuhi hanya 680.000 sampai 700.000 ribu barel equivalen per hari. Sisanya dipenuhi melalui skema impor, sementara minyak impor mempunyai jenis sour crude.

Intip Taktik Korea Tingkatkan Kedaulatan Energi

Untuk itu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, Pertamina membuat pembangunan megaproyek kilang ramah lingkungan. Proyek itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM dan Petrokimia dalam negeri.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang mengatakan, Pertamina mempercepat penyelesaian proyek-proyek sejumlah kilang agar segera memberi manfaat bagi negara dan bangsa Indonesia. Sehingga bisa menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan, mengurangi impor BBM dan Petrokimia, serta meningkatkan cadangan devisa dan penerimaan pajak.

Megaproyek kilang tersebut merupakan :

1. Empat proyek perluasan (Refinery Development Master Plan/RDMP) adalah RDMP Refinery Unit (RU), yang terdiri dari

RDMP RU V Balikpapan

RDMP RU IV Cilacap

RDMP RU VI Balongan

RDMP RU II Dumai

kilang

2. Dua proyek Pembangunan Kilang Minyak dan Petrokimia (Grass Root Refinery/GRR)

GRR Tuban

GRR Bontang.

"Megaproyek kilang minyak ini akan menyokong kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat keuangan negara," katanya, dalam workshop Media Workshop Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, di kantornya, Rabu (24/4/2019).

Kalau proyek-proyek kilang itu berjalan lancar, maka akan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar Pertamina dari saat ini sebesar 600.000 barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari atau mendekati tiga kali lipatnya.

(kmj)

Loading...
Loading...

Comments