Kasus Jiwasraya Bikin Transaksi Batal, Rimo: Tidak Menimbulkan Kewajiban

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kasus Jiwasraya Bikin Transaksi Batal, Rimo: Tidak Menimbulkan Kewajiban

Kasus Jiwasraya Bikin Transaksi Batal, Rimo: Tidak Menimbulkan Kewajiban

KEPONEWS.COM - Kasus Jiwasraya Bikin Transaksi Batal, Rimo: Tidak Menimbulkan Kewajiban JAKARTA PT Rimo lntemasional Lestari Tbk (RIMO) memaparkan perihal pembatalan pembelian saham oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk. Emiten berkode MPRO ini batal membeli sebagian saham milik RIMO d...
Loading...

JAKARTA PT Rimo lntemasional Lestari Tbk (RIMO) memaparkan perihal pembatalan pembelian saham oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk. Emiten berkode MPRO ini batal membeli sebagian saham milik RIMO di dalam PT Hokindo Properti lnvestama.

Berdasarkan keterbukaan berita yang dilansir di BEI, Selasa (21/1/2020), rencana penjualan 49,99% saham Hokindo yang dimiliki RIMO batal dan tidak dilanjutkan lagi.

Kasus Jiwasraya, Tahir Batal Beli Saham Hanson dan Rimo

RIMO menegaskan tidak terjadi penjualan atas saham RIMO di dalam Hokindo kepada pihak MPRO. Dengan adanya pembatalan rencana transaksi tersebut, tidak ada transaksi penerimaan uang, pengurangan aset atau menimbulkan kewajiban tambahan apapun pada perseroan, tulis surat yang ditandatangani Direktur RIMO Herman Susanto.

Sebelumnya diberitakan, ada beberapa pertimbangan MPRO membatalkan rencana pembelian saham. Antara lain karena perkembangan usaha properti yang masih belum meningkat seperti yang diharapkan.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Selain itu, MPRO juga mempertimbangkan adanya berita yang beredar di publik mengenai permasalahan keuangan yang sedang dihadapi oleh Hanson terkait dengan kasus Jiwasraya. Emiten khawatir, hal ini dapat mempengaruhi kinerja MMJ dan HPI berikut anak perusahaannya.

Karena hal-hal tersebut di atas, emiten memutuskan untuk membatalkan Rencana Transaksi tersebut, dan emiten akan lebih fokus kepada pengembangan proyek-proyek properti yang telah dimiliki oleh emiten, isi surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama MPRO Raymond dan Direktur dan Corporate Secretary Suwandy.

Maha Properti Indonesia merupakan perusahaan milik Tahir. Di perseroan ini, Tahir mengantongi sebanyak 16,99% sahamnya. Sementara putranya, Jonathan Tahir menguasai 33,99% saham MPRO.

(kmj)

Comments