Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Rumah Sakit Diminta Konversi Tempat Tidur

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Rumah Sakit Diminta Konversi Tempat Tidur

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Rumah Sakit Diminta Konversi Tempat Tidur

KEPONEWS.COM - Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Rumah Sakit Diminta Konversi Tempat Tidur Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengatakan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 berada pada...

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengatakan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 berada pada titik kritis. Salah satunya karena efek libur panjang pada Natal dan Tahun Baru 2021.

Pada libur panjang yang baru-baru ini dilakukan, adalah libur Natal dan Tahun Baru 2021, maka terdapat masalah. Karena baseline BOR kita itu sudah pada posisi 70-75 persen. Sehingga dengan kenaikan 20 persen kasus, maka ini kita tentunya berada pada titik kritis, ungkap Kadir dalam update Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

pasien Covid-19

Untuk itu, kata Kadir, pemerintah sebenarnya telah menyediakan Rumah Sakit (RS) rujukan untuk merawat pasien Covid-19. Namun karena kasusnya terus melonjak, pemerintah pun mengimbau pihak rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur.

"Jadi untuk sosialisasi ini kita mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada semua dinas kesehatan dan semua direktur utama rumah sakit untuk dapat menangani kasus Covid-19. Tentunya dengan memperhatikan prosedur keselamatan yang ada," jelasnya.

Dengan adanya sistem konversi tempat tidur ini, permintaan tenaga kesehatan pun bertambah. Untuk itu, perlu adanya keseimbangan antara ketersediaan tempat tidur dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Menanggapi hal tersebut, maka pemerintah pun mengeluarkan kebijakan Surat Tanda Registrasi (STR) yang menjadi salah satu instrumen dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.

Jadi, dengan adanya kebijakan tersebut, para lulusan muda pun dapat segera bergabung ke rumah sakit setempat dengan membawa rujukan STR serta mendapatkan pelatihan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan masing-masing rumah sakit.

"Adanya relaksasi mengenai STR ini sangat bermanfaat sehingga kami bisa melatih perawat baru untuk bisa memenuhi kebutuhan SDM," ujar Direktur Utama Pertamedika Dr. Fathema Djan Rachmat.

(DRM)

Comments