Kapok Tema Fiksi Ilmiah, Call of Duty 2017 akan Kembali Usung Perang di Bumi

Games

Updates / Games

Kapok Tema Fiksi Ilmiah, Call of Duty 2017 akan Kembali Usung Perang di Bumi

Kapok Tema Fiksi Ilmiah, Call of Duty 2017 akan Kembali Usung Perang di Bumi

KEPONEWS.COM - Kapok Tema Fiksi Ilmiah, Call of Duty 2017 akan Kembali Usung Perang di Bumi Infinite Warfarecukup mengecewakan. Activision pun kapok memutuskan tahun ini Call of Duty2017 akan kembali ke bumi.Membicarakan game FPS bertema peperangan tentu kita langsung tertuju kepada dua nama...
Loading...

call of duty

Infinite Warfarecukup mengecewakan. Activision pun kapok memutuskan tahun ini Call of Duty2017 akan kembali ke bumi.

Membicarakan game FPS bertema peperangan tentu kita langsung tertuju kepada dua nama, Call of Duty dan Battlefield. Selama bertahun-tahun, keduanya selalu bersaing untuk merebut perhatian penggemar FPS, layaknya persaingan game sepak bola FIFA vs PES. Namun sayang, persaingan tahun lalu bisa dibilang berakhir cukup mudah bagi Battlefield dengan Battlefield 1 yang menang telak atas Call of Duty dengan Infinite Warfare-nya.

Alasannya? Infinite Warfaredianggap sudah melenceng jauh dari ciri khas perang tradisional yang selama ini menjadi nilai jual utama Call of Duty. Bukannya menampilkan peperangan di bumi atau mengusung tema perang dunia alias manusia lawan manusia, Infinite Warfare justu mengusung peperangan futuristis di luar angkasa dengan musuh yang bukan hanya manusia.

Kekalahan telak Infinite Warfare dari Battlefield 1 bahkan sudah diprediksi semenjak keduanya meluncurkan trailer, dimana Infinite Warfarejustru mendapatkan lebih banyak dislike di trailer-nya. Berbanding terbalik dengan Battlefield 1denganmengusung tema perang dunia, yang mendapatkan lebih banyak like di trailer-nya.

Bukti lain gagalnya Infinite Warfare?Dalam pertemuan para investor yang digelar Februari 2017 ini, Activision mengungkapkan bahwa mode multiplayer online dari Black Ops 3 justru lebih laku dibandingkan Infinite Warfare. Kontribusi besar dari Black Ops 3inilah yang membuat Call of Duty masih menjadi franchise nomor satu di Amerika tahun 2016 kemarin, yang membuatnya bertahan di posisi tersebut delapan tahun berturut-turut.

Activision pun tidak menyangkal kalau performa Infinite Warfare kurang memuaskan. COO dari Activision, Thomas Tippl mengungkapkan bahwa penjualan dan performa Infinite Warfare tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Sudah terang bahwa untuk beberapa audiens kami, latar luar angkasa tidak bisa diterima, ungkap Tippl. Yap, dengan mengusung tema luar angkasa, Infinite Warfare bahkan lebih cocok dibilang bersaing dengan Titanfall 2 dibandingkan dengan Battlefield 1. Dan jikalau dibandingkan dengan Titanfall 2, Infinite Warfare juga sebenarnya sih masih kalah telak. Apalagi di Titanfall 2 sudah ada campaign single player, mode yang tidak ada dalam prekuelnya.

Bagaimana langkah Activision untuk Call of Duty 2017 tahun ini? Sepertinya mereka sudah kapok dengan tema fiksi ilmiah dalam Call of Duty. Akhirnya, mereka pun memutuskan bahwa Call of Duty2017 tahun ini nanti akan kembali ke akarnya. Maksudnya, mereka akan kembali menunjukkan tema perang tradisional, entah itu perang dunia, perang saudara ataupun perang-perang lain yang terjadi di bumi. Bukan lagi perang fiksi ilmiah di luar angkasa dan melawan robot-robot seperti di Infinite Warfare.

Baca Juga

Mengingat Infinite Warfare dikembangkan oleh Infinity Ward, besar kemungkinan untuk Call of Duty2017 tahun ini merupakan giliranTreyarch unjuk gigi. Apakah Treyarch akan melanjutkan seri Black Ops? Atau mungkin membuat satu game baru yang sinematik dan kental terasa perangnya seperti yang mereka lakukan ketika membesut World at War? Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Activision!

Sumber: VG247

Comments