KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Abu Sayyaf Teror Pelaut Indonesia

Internasional

News / Internasional

KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Abu Sayyaf Teror Pelaut Indonesia

KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Abu Sayyaf Teror Pelaut Indonesia

KEPONEWS.COM - KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Abu Sayyaf Teror Pelaut Indonesia NAMA Abu Sayyaf menjadi buah bibir warga Indonesia sejak paruh pertama tahun ini. Kala itu, kelompok militan tersebut mendalangi serangkaian aksi penculikan dan penyanderaan terhadap warga negara Indo...
Loading...

NAMA Abu Sayyaf menjadi buah bibir warga Indonesia sejak paruh pertama tahun ini. Kala itu, kelompok militan tersebut mendalangi serangkaian aksi penculikan dan penyanderaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di wilayah selatan Filipina.

Sejak didirikan pertama kali pada 1991 oleh Abdurajak Abubakar Janjalani, kelompok yang berbasis di Jolo, Filipina, itu dikenal sebagai teroris kejam yang terlibat dalam berbagai aksi pengeboman dan penyerangan di Negeri Lumbung Padi. Setelah Janjalani terbunuh pada 1998, Abu Sayyaf semakin menjadi dan memperluas aksinya hingga melakukan penculikan dan penyanderaan. Hal itu terlihat dari berbagai aksi penyerangan ke resor-resor wisata di Malaysia dan Filipina dengan tujuan menculik orang-orang asing untuk dimintai tebusan seperti yang mereka lakukan pada 2000 dan 2001.

BERITA REKOMENDASI


Namun, sepak terjang mereka cenderung tidak terdengar di Indonesia hingga peristiwa penculikan anak buah kapal (ABK) WNI yang terjadi pada 25 Maret 2016. Saat itu, militan Abu Sayyaf mencegat kapal pembawa batu bara Brahma 12 dan Anand 12 di Pulau Lunguyan, Tawi Tawi, Filipina. Para militan naik ke atas kapal, menculik 10 ABK berkewarganegaraan Indonesia dan membawa mereka sebagai sandera.

Beberapa hari setelah insiden ini terjadi, Abu Sayyaf menyampaikan tuntutan tebusan sebesar 50 juta peso atau sekira Rp15 miliar untuk pembebasan para sandera.

Kejadian ini membuat rakyat Indonesia marah dan prihatin. Rakyat meminta pemerintah secepatnya membebaskan para WNI yang berada dalam tahanan Abu Sayyaf. Mereka juga menyampaikan kekesalan kepada Pemerintah Filipina yang dianggap kurang bisa menjaga wilayah perairannya dan mempersulit upaya pembebasan sandera.

KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Abu Sayyaf Teror Pelaut Indonesia

Comments