Jumlah Kelahiran Bayi Makin Sedikit, Apa Penyebabnya?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Jumlah Kelahiran Bayi Makin Sedikit, Apa Penyebabnya?

Jumlah Kelahiran Bayi Makin Sedikit, Apa Penyebabnya?

KEPONEWS.COM - Jumlah Kelahiran Bayi Makin Sedikit, Apa Penyebabnya? Pepatah 'banyak anak banyak rezeki' tampaknya sudah tidak berlaku lagi zaman sekarang. Jumlah kelahiran bayi pun semakin sedikit. Bahkan beberapa pasangan suami istri ada yang memilih untuk punya satu...
Loading...

Pepatah 'banyak anak banyak rezeki' tampaknya sudah tidak berlaku lagi zaman sekarang. Jumlah kelahiran bayi pun semakin sedikit. Bahkan beberapa pasangan suami istri ada yang memilih untuk punya satu orang anak saja.

Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan tingkat kelahiran dan kesuburan menurun secara global, akibatnya jumlah kelahiran bayi semakin sedikit. Penyebabnya berbeda-beda, entah itu pilihan atau kebutuhan.

Di Amerika Serikat, tingkat kelahiran bayi pada 2018 jatuh ke level terendah dalam 31 tahun terakhir. Salah satu laporan pemerintah Inggris juga mengungkapkan tingkat kelahiran di Inggris dan Wales di tahun yang sama mencapai rekor terendah.

Tangan bayi

Hal yang sama terjadi di Uni Eropa. Menurut data Eurostat, pada tahun 2017 sebanyak 5,1 juta bayi lahir. Jumlahnya 90 ribu lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi yang sama turut terjadi di negara-negara Asia Timur. Di Singapura, tingkat kelahiran bayi pada tahun 2018 ialah yang terendah dalam delapan tahun terakhir.

Menurut data pemerintah, alasan terjadinya penurunan angka kelahiran bayi karena beberapa perempuan memilih menunda untuk hamil hingga usianya dianggap matang. Kemudian sebuah studi pemerintah di China menunjukkan kelahiran pada tahun 2018 turun ke level terendah semenjak melonggarkan kebijakan satu anak pada 2014.

Selanjutnya
Loading...

Comments