Joe Biden Bentuk kabinet baru, Eks Pejabat Obama Dapat Posisi Penting

Internasional

News / Internasional

Joe Biden Bentuk kabinet baru, Eks Pejabat Obama Dapat Posisi Penting

Joe Biden Bentuk kabinet baru, Eks Pejabat Obama Dapat Posisi Penting

KEPONEWS.COM - Joe Biden Bentuk kabinet baru, Eks Pejabat Obama Dapat Posisi Penting Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry akan berperan sebagai utusan khusus bidang iklim ketika Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat. Kerry ialah satu dari sejumlah orang yang ditunju...

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry akan berperan sebagai utusan khusus bidang iklim ketika Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat.

Kerry ialah satu dari sejumlah orang yang ditunjuk untuk menempati jabatan-jabatan tertinggi oleh tim transisi Biden pada hari Senin.

Pilihan untuk pos-pos penting lainnya termasuk ajudan lama Biden, Antony Blinken, sebagai menteri luar negeri. Sementara beberapa laporan media mengatakan mantan ketua Federal Reserve, Janet Yellen, akan menjadi pilihan utama sebagai menteri keuangan.

Penguman tersebut disampaikan ketika seruan bagi Donald Trump untuk mendapatkan kemenangan Biden semakin meningkat. Trump kini akhirnya telah mendapatkan bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan baru bisa dimulai.

Sebelumnya, Trump mengklaim terjadi penipuan pemilu tanpa memberikan bukti dan terus mengejar gugatan hukum atas hasil pemilihan.

Biden diproyeksikan akan mengalahkan Presiden Trump dengan 306 suara berbanding 232 ketika lembaga pemilihan AS, yaitu electoral college, akan bertemu secara resmi untuk mengonfirmasi juara pemilihan pada 14 Desember. Angka itu jauh di atas 270 suara yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilihan presiden.

Dalam sebuah pernyataan menyusul pengumuman pada hari Senin, Biden mengatakan, "Saya membutuhkan tim yang siap semenjak hari pertama untuk membantu saya merebut kembali posisi Amerika sebagai pemimpin di meja perundingan, menyatukan dunia untuk menghadapi tantangan-tantangan terbesar yang kita hadapi, dan memajukan keamanan, kemakmuran, dan nilai-nilai kita. Ini merupakan inti dari tim itu."

Beberapa posisi memerlukan konfirmasi oleh Senat AS. Kabinet Joe Biden, kabinet Biden, Kamala Harris, Kabinet AS, menteri baru AS, John Kerry, Janet Yellen, Avril Haines, Linda Thomas GreenfieldReutersLaporan media AS mengatakan Janet Yellen akan menjadi pilihan Biden untuk menteri keuangan. Kalau benar, maka Yellen akan menjadi menteri keuangan perempuan AS yang pertama.

Siapakah John Kerry dan apa yang akan dia lakukan?

Kerry terpilih sebagai utusan khusus presiden untuk bidang iklim.

Tim transisi Biden mengatakan posisi itu akan memberi Kerry kewenangan untuk "melawan perubahan iklim secara purnawaktu". Dia juga akan menjadi pejabat pertama yang didedikasikan untuk bidang perubahan iklim dan duduk di Dewan Keamanan Nasional.

Kerry menandatangani Perjanjian Iklim Paris atas nama AS pada 2016. Inti dari kesepakatan itu merupakan membuat negara-negara berkomitmen untuk berupaya membatasi kenaikan suhu global.

Di bawah Trump, AS baru-baru ini menjadi negara pertama yang secara resmi menarik diri dari perjanjian tersebut. Tetapi Biden mengatakan dia berencana untuk bergabung kembali dengan kesepakatan itu sesegera mungkin.

Pada 2019, Kerry membangun sebuah koalisi melibatkan para pemimpin dunia dan selebriti - yang dijuluki Perang Dunia Nol - untuk menyerukan aksi perubahan iklim dan emisi karbon nol bersih.

Menyusul informasi wacana peran barunya pada hari Senin, Kerry mengatakan dalam sebuah cuitan: "Amerika akan segera mempunyai pemerintahan yang memperlakukan krisis iklim sebagai ancaman keamanan nasional yang mendesak."

Kerry sebelumnya menjabat sebagai menteri luar negeri selama masa jabatan kedua Barack Obama sebagai presiden. Sebagai seorang politisi Demokrat veteran, Kerry kalah dalam pemilu melawan presiden George W Bush dari Partai Republik, yang merupakan inkumben dalam pemilihan presiden 2004.

Kerry bertugas sebagai senator selama 28 tahun dan menjadi ketua komite hubungan luar negeri.

Dia menyokong Biden untuk menjadi kandidat Partai Demokrat pada pemilihan 2020 dan bergabung dengannya di jalur kampanye.

Bagaimana dengan peran lainnya?

Anthony Blinken dinominasikan sebagai menteri luar negeri - yaitu posisi kebijakan luar negeri yang paling penting. Pria berusia 58 tahun itu menjabat sebagai wakil menteri luar negeri dan wakil penasihat keamanan nasional selama pemerintahan Obama, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden.

Dia diharapkan mengelola rencana kebijakan luar negeri Biden yang akan menekankan keterlibatan AS kembali dengan sekutu-sekutu mereka di Barat. A composite image of Jake Sullivan, Linda Thomas-Greenfield and Antony BlinkenGetty Images/ReutersBiden telah memilih Jake Sullivan, Linda Thomas-Greenfield dan Antony Blinken untuk mengisi sejumlah peran kunci.

Avril Haines dinominasikan sebagai direktur perempuan pertama untuk intelijen nasional. Haines ialah mantan wakil direktur CIA dan wakil penasihat keamanan nasional.

Alejandro Mayorkas merupakan orang keturunan Latin pertama yang dinominasikan untuk menjabat sebagai menteri keamanan dalam negeri. Dia sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri keamanan dalam negeri di bawah Presiden Obama.

Jake Sullivan ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional Gedung Putih. Sullivan menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Biden selama masa jabatan kedua Obama.

Diplomat karir Linda Thomas-Greenfield dinominasikan sebagai duta besar AS untuk PBB. Dia juga pernah menjabat di bawah Presiden Obama, termasuk sebagai asisten menteri luar negeri urusan Afrika pada 2013 hingga 2017.

Biden memproyeksikan stabilitas dan keakraban Analysis box by Barbara Plett-Usher, State Department correspondentBBC

Dalam pilihannya untuk tim keamanan nasional, Joe Biden telah mengisyaratkan bahwa AS akan melanjutkan peran internasionalnya yang konvensional, setelah empat tahun yang penuh gejolak di bawah kepemimpinan Donald Trump yang mengedepankan Amerika melalui pendekatan "America First".

Biden menunjuk para veteran pemerintahan Obama untuk posisi-posisi teratas dan mengangkat seorang diplomat karir yang dikesampingkan oleh pemerintahan Trump.

Pilihannya untuk menteri luar negeri, Anthony Blinken, ialah seorang pendukung pendekatan aliansi global. Blinken akan memimpin upaya untuk membangun kembali hubungan dengan sekutu-sekutu dan bergabung kembali dalam banyak sekali perjanjian dan institusi yang ditolak oleh Trump. Dan tidak ada keraguan bahwa dia akan berbicara mewakili Biden di dalam Gedung Putih: Blinken telah menasihati Biden perihal kebijakan luar negeri selama periode yang cukup lama, bahkan digambarkan sebagai seorang alter ego.

Wajah familier lainnya ialah mantan Menteri Luar Negeri John Kerry. Keputusan Biden untuk memberi Kerry posisi baru setingkat menteri sebagai utusan khusus iklim menunjukkan dia akan menanggapi masalah perubahan iklim sebagai ancaman keamanan nasional yang signifikan.

Namun, bahkan dengan tim lama, ini tidak akan menjadi Obama 2.0: lanskap telah berubah, baik di Amerika maupun dunia, selama empat tahun terkakhir. Meski demikian, Biden tetap memproyeksikan stabilitas dan keakraban, serta, para pemimpin internasional tahu apa yang akan mereka hadapi.

Bagaimana dengan seruan agar Trump menyerah?

Donald Trump sekarang telah mendapatkan bahwa transisi kepemimpinan secara formal sudah harus dimulai untuk Presiden terpilih Joe Biden menjabat.

Tetapi Trump berjanji untuk terus memperjuangkan kekalahannya dalam pemilihan. Sejauh ini, dia telah menempuh jalur hukum di beberapa negara bagian dengan tujuan membalikkan kekalahnnya. Namun, tidak ada yang membuahkan hasil.

Kemunduran terbaru yang dia alami terjadi pada Sabtu lalu, ketika seorang hakim menolak upayanya untuk mendapatkan jutaan suara melalui pos di Pennsylvania yang sebelumnya sudah dinyatakan tidak valid.

Keputusan itu datang di tengah seruan yang semakin keras agar Trump mendapatkan kekalahan.

Mantan Gubernur New Jersey, Chris Christie, seorang sekutu Trump yang terkemuka, menyebut tim hukum presiden sebagai "aib nasional".

"Saya menjadi pendukung presiden. Saya memilihnya dua kali. Tetapi pemilihan mempunyai konsekuensi, dan kami tidak dapat terus bertindak seolah-olah sesuatu yang terjadi di sini tidak terjadi," katanya kepada ABC.

Seorang pendukung Trump yang terkenal lainnya, Stephen Schwarzman, CEO perusahaan investasi Blackstone, juga mengatakan sudah waktunya bagi Trump untuk mendapatkan kekalahannya.

"Seperti banyak komunitas usaha, saya siap membantu Presiden terpilih Biden dan timnya saat mereka menghadapi tantangan signifikan dalam membangun kembali ekonomi pasca-Covid," katanya dalam pernyataan yang dilaporkan oleh media AS.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik juga mengakui kekalahan Trump dalam pemilihan presiden.

Comments