Jepang Ingatkan Indonesia untuk Tidak Mengubah Kesepakatan yang Sudah Ada

Internasional

News / Internasional

Jepang Ingatkan Indonesia untuk Tidak Mengubah Kesepakatan yang Sudah Ada

Jepang Ingatkan Indonesia untuk Tidak Mengubah Kesepakatan yang Sudah Ada

KEPONEWS.COM - Jepang Ingatkan Indonesia untuk Tidak Mengubah Kesepakatan yang Sudah Ada Laporan Koresponden Tribunnews, Richard Susilo dari Jepang TOKYO - Selasa (20/10/2020) pagi ini Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bertolak dari Vietnam menuju Indonesia. PM Suga dijadwalkan tiba...

Laporan Koresponden Tribunnews, Richard Susilo dari Jepang

TOKYO - Selasa (20/10/2020) pagi ini Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bertolak dari Vietnam menuju Indonesia. PM Suga dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa siang nanti.

Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga ke Jakarta ini bukanlah tanpa tujuan. Salah satunya untuk mengingatkan kesepakatan yang telah ada dengan Indonesia agar jangan diubah.

"Seringkali Indonesia lupa akan kesepakatan yang telah dibuat, lalu muncul gosip seolah Jepang mengundurkan diri, tidak berminat dan sebagainya untuk kemudian disampaikan ke China sebuah proyek," kata seorang pejabat pemerintah Jepang, sumber Tribunnews.com, Selasa (20/10/2020).

Itu sebabnya, kunjungan PM Suga juga mengingatkan bahwa Jepang kalau sudah komitmen apalagi melakukan kesepakatan, akan tetap menjaga sampai kapan pun.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) dan mitranya dari Vietnam Nguyen Xuan Phuc (kedua dari kiri) melambai kepada anak-anak dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan di Hanoi pada 19 Oktober 2020.Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) dan mitranya dari Vietnam Nguyen Xuan Phuc (kedua dari kiri) melambai kepada anak-anak dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan di Hanoi pada 19 Oktober 2020. (Minh HOANG / POOL / AFP)

"Jadi kesepakatan itu bukan hanya sampai satu proyek habis, tetapi sampai seterusnya untuk jangka panjang dan menyeluruh seperti dibicarakan pada tahap awalnya," kata dia.

Proyek MRT misalnya, tahap pertama telah selesai dan berjalan dengan sangat baik, lancar dan disukai semua warga Indonesia khususnya warga Jakarta.

Kini, menurutnya muncul isu seolah Jepang tidak berminat dan sebagainya untuk tahap kedua MRT dan ada wacana untuk dilelang dan sebagainya.

Yoshihide Suga Kunjungi Vietnam dan Indonesia dalam Perjalanan Luar Negeri Pertama sebagai PM

Arahnya sudah kelihatan supaya Jepang tidak ikut lagi dalam proyek tersebut dan sebagainya.

"Jepang bukan soal tidak mau ikut atau mau ikut dan sebagainya. Tetapi sebuah kesepakatan yang ada semenjak awal bersama disetujui, terkait pendanaan pula bahwa Jepang akan memimpin proyek MRT tersebut secara keseluruhan sampai selesai. Itulah kesepakatan yang ada," tambahnya.

Jadi menurutnya bila ada yang mulai menyelewengkan sebuah kesepakatan, hal itu sangat disayangkan sekali, ditambah lagi berita-berita yang tidak menguntungkan Jepang, seolah mengundurkan diri, tak mau ikut lagi, dan sebagainya.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) berbicara kepada media sebelum keberangkatannya untuk kunjungan empat hari ke Vietnam dan Indonesia di bandara Haneda Tokyo pada 18 Oktober 2020.Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) berbicara kepada media sebelum keberangkatannya untuk kunjungan empat hari ke Vietnam dan Indonesia di bandara Haneda Tokyo pada 18 Oktober 2020. (JIJI PRESS / AFP)

Kini dengan kunjungan PM Jepang Suga yang akan kembali memberikan 50 miliar yen kepada Indonesia dalam bentuk program loan, untuk mengantisipasi dan membangkitkan kembali perekonomian Indonesia, diharapkan dapat menjadi persahabatan lebih dalam dan saling kenal yang lebih baik lagi di masa depan.

Semoga saja kunjungan PM Jepang ini menandakan betapa pentingnya hubungan Indonesia dan Jepang kini dan sampai masa mendatang.

Sementara itu diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]

Comments