Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Berdagang

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Berdagang

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Berdagang

KEPONEWS.COM - Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Rahasia Sukses Berdagang JAKARTA - Kehidupan perniagaan pada bangsa Arab merupakan sebuah fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri. Dengan kondisi daerah yang dikelilingi oleh padang pasir yang panas dan kering sangat kurang...
Loading...

JAKARTA - Kehidupan perniagaan pada bangsa Arab merupakan sebuah fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri. Dengan kondisi daerah yang dikelilingi oleh padang pasir yang panas dan kering sangat kurang menguntungkan pada para penduduk di semenanjung Arabia untuk melakukan kegiatan selain berdagang.

Sehingga ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, dia mendapat keuntungan yang besar dari hal tersebut. Lambat laun hasil usaha Nabi Muhammad SAW mulai menunjukkan perbedaan yang mencolok di antara pengusaha yang lain pada masa itu.

Semenjak awal Nabi Muhammad SAW muda telah menciptakan diferensiasi atas dirinya sehinggaia dikenal bukan sebagai satu di antara banyak pengusaha yang ada, tetapi sebagai satu-satunya pengusaha muda dengan hasil perdagangan yang luar biasa. Membawa keuntungan yang berlipat ganda telah menjadi reputasi yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW.

Jejak Usaha Nabi Muhammad SAW, Kiat Memetakan Segmentasi Pelanggan

Nabi Muhammad SAW menyadari bahwa orang-orang Arab di masa itu khususnya bangsa Quraisy merupakan orang yang pintar, dalam artian tidak akan dengan mudah mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang telah mereka percayai atau apa yang telah mereka anut.

Cara berdagang Nabi Muhammad SAW yang lain dengan cara konvensional para pedagang Arab tidak membuatnya diasingkan, tetapi justru dia bisa meraih keuntungan yang jauh lebih baik dibanding dengan para pedagang lain.

Nabi Muhammad SAW telah melakukan sebuah istilah yang baru diangkat pada tahun 2002 oleh Sam Hill dan Glenn Rifkin yaitu, Radical Marketing. Radikal bukan dalam artian yang negatif atau bahkan destruktif, tetapi radikal dalam artian berbeda, dan dengan perbedaan tersebut dapat menjadi sebuah solusi bagi permasalahan yang sering timbul pada pola perdagangan konvensional pada masa itu.

infografis

Nabi Muhammad SAW mempunyai cara pandang yang berbeda dengan para pengusaha pada masanya. Apabila dasar-dasar dari Radical Marketing yang dikemukakan oleh Sam Hill dan Glenn Rifkin kita sematkan pada diri Nabi Muhammad SAW maka kita akan menemukan banyak kesamaan. Uniknya, semua dasar itu dilakukan seorang diri bahkan jauh sebelum dasar tersebut diangkat ke permukaan dan menjadi sebuah bentuk pemasaran yang berbeda.

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Taktik Andal dan Jitu Praktik Usaha Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Rabu(15/5/2019), sebagai contoh, mari kita bandingkan dua ciri utama pemasaran radikal menurut mereka dan dua hal yang menjadi pemikiran Nabi Muhammad SAW.

Loading...

Comments