Jangan Diulangi, 5 Kebiasaan DiRumahAja yang Bikin Kantong Merana

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Jangan Diulangi, 5 Kebiasaan DiRumahAja yang Bikin Kantong Merana

Jangan Diulangi, 5 Kebiasaan DiRumahAja yang Bikin Kantong Merana

KEPONEWS.COM - Jangan Diulangi, 5 Kebiasaan DiRumahAja yang Bikin Kantong Merana JAKARTA - Sudah berapa lama Kamu mengkarantina diri dengan cara di rumah saja? 2 bulan? 1 bulan? Sudah belanja barang apa saja selama di rumah saja? Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, memaksakan kita...

JAKARTA - Sudah berapa lama Kamu mengkarantina diri dengan cara di rumah saja? 2 bulan? 1 bulan? Sudah belanja barang apa saja selama di rumah saja?

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, memaksakan kita harus bekerja dari rumah sebagai salah satu bentuk dukungan agar bisa mencegah penularan. Namun, sayangnya kondisi tersebut tidak dibarengi dengan perencanaan keuangan yang matang sehingga WFH jadi bikin kantong jebol seperti. Hal ini seperti dialami oleh salah satu pengguna twitter Onky Alexander dalam cuitannya baru-baru ini.

Walaupun di era digital sekarang banyak software pinjaman cepat secara online yang bisa Kamu andalkan dalam keadaan darurat, tetapi Kamu tetap harus bisa mengetahui akar masalah mengapa saat dirumah saja malah menjadi boros. Berikut ini merupakan beberapa kebiasaan yang harus ditinjau ulang demi menyelamatkan keuangan di tengah pandemi.

1. Tidak Mempunyai Catatan Pengeluaran

Mencatat pengeluaran merupakan hal yang penting dalam pengaturan anggaran bulanan. Bila tidak melakukan hal ini, pengeluaran sedikit, tanpa disadari bisa menjadi bukit. Oleh karena itu, pencatatan pengeluaran seperti ini akan membantu Kamu melihat kondisi keuangan. Apakah keuangan Kamu sudah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan atau justru melebihinya.

Bila Kamu tidak terbiasa dalam mencatat pengeluaran bulanan, lebih baik mulai dari hal yang kecil yaitu melakukan pos pengeluaran, di mana pendapatan bulanan Kamu dibagi menjadi beberapa pos, contoh mudahnya membagi pendapatan menjadi 50-30-20. 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk tagihan serta cicilan dan 20% untuk dana darurat.

2. Terlalu Sering Memesan Makanan Secara Online

Bila suami istri sama-sama bekerja dari rumah tanpa ditemani oleh asisten rumah tangga, atau seorang perantau yang hidup sendiri di kost atau kontrakan, solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan sandang ialah dengan memesan makanan secara online. Cara ini sebenarnya sah sah saja asalkan bisa dikontrol dengan benar.

Lebih sering melakukan pemesanan makanan online akan berdampak pada pengeluaran bulanan. Ditambah lagi ketika pandemi Covid-19 ini banyak sekali orang yang menjual makanan secara online untuk mendapatkan pendapatan lebih. Namun bila dilakukan secara sering dan harga yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi karena ada biaya ongkos kirim, pajak restoran serta fee dari perusahaan software, tidak heran bila uang Kamu habis entah kemana.

Oleh karena itu cara ini sebenarnya bisa diatur dengan bijak. Artinya bukan tidak boleh sama sekali membantu para UKM dan membantu menambah pendapatan para driver online yang kini hanya mengandalkan pendapatan dari pemesanan dan pengantaran barang.

Via Twitter @whoa_luthfi

3. Lupa dengan Resolusi Keuangan

Jangan menjadikan pandemi sebagai salah satu alasan melupakan resolusi keuangan. Bila ada resolusi keuangan Kamu yang harus ditunda, jangan ragu untuk mengatur ulang kembali resolusi keuangan yang paling memungkinkan di tahun 2020 ini. Contohnya dengan mengatur ulang jadwal liburan, usaha, dan lain sebagainya.

Justru, ketika Kamu di rumah saja merupakan momen yang sangat baik untuk lebih berhemat, karena tidak ada bujet untuk nongkrong-nongkrong di luar, bukber selama Ramadan hingga tidak perlu memerlukan bujet transportasi karena Kamu tidak perlu kemana-mana.

4. Melupakan Dana Darurat

Sampai sekarang, belum ada yang tahu kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini. Jadi, tidak ada jaminan bahwa usaha di kantor Kamu atau usaha yang Kamu jalankan bisa berjalan mulus hingga pandemi berakhir. Bila Kamu masih mempunyai pendapatan yang utuh, lebih baik sisihkan 20% hingga 30% pendapatan Kamu untuk dana darurat. Umumnya Kamu harus mengumpulkan dana darurat hingga 3 bulan, jikalau Kamu belum menikah, atau 6 bulan, jikalau Kamu sudah menikah.

Sementara bila Kamu membutuhkan dana secara cepat saat ini, seperti untuk membeli kebutuhan pokok, kebutuhan rumah sakit atau dana tambahan untuk membeli obat dan perlengkapan pencegah virus lainnya seperti masker, sabun, desinfektan, ada Kredivo yang bisa dijadikan solusi pinjaman cepat yang tepercaya dan sudah terdaftar serta sudah diawasi oleh OJK semenjak tahun 2018.

Kredivo memberikan pinjaman dana mulai dari Rp500 ribu sampai dengan Rp30 juta. Suku bunganya kompetitif dengan lembaga keuangan lainnya hanya 2,95% per bulan dengan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan.

5. Mendahulukan Keinginan dibanding Kebutuhan

Kebiasaan terakhir yang tidak boleh Kamu ulangi ialah mendahulukan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan. Dalam pengaturan keuangan, ketika tidak dalam wabah saja masih banyak orang yang tidak.

Maka dari itu, pilah dengan baik dan benar pos pengeluaran Kamu dan kurangi belanja online yang tidak penting. Utamakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kebutuhan kesehatan serta fasilitas yang menunjang kelancaran bekerja dari rumah.

Sekali lagi kami ingatkan, belum ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Yang harus Kamu tahu, Kamu harus tetap stabil menjaga kesehatan keuangan serta kesehatan jasmani dan rohani. Jadi, jangan mau kalah dengan wabah ini, kita semua sama-sama sedang berjuang. Tetap semangat dan jaga kesehatan, ya!

(CM)

(yao)

Comments