Jakarta Timur Rawan Ancaman Penyakit Kencing Tikus, Kenali Gejalanya!

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Jakarta Timur Rawan Ancaman Penyakit Kencing Tikus, Kenali Gejalanya!

Jakarta Timur Rawan Ancaman Penyakit Kencing Tikus, Kenali Gejalanya!

KEPONEWS.COM - Jakarta Timur Rawan Ancaman Penyakit Kencing Tikus, Kenali Gejalanya! Problem banjir di Jakarta dari dulu sulit dituntaskan oleh pemerintah. Dampaknya banyak penyakit mengintai, salah satunya leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kencing t...
Loading...

Problem banjir di Jakarta dari dulu sulit dituntaskan oleh pemerintah. Dampaknya banyak penyakit mengintai, salah satunya leptospirosis.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus. Ada virus di dalamnya yang menyebabkan seseorang menjadi sakit.

Ketika musim hujan, penyakit tersebut mengintai manusia. Apalagi untuk daerah yang rawan banjir atau daerah yang kotor.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto mengatakan, di musim pancaroba dampak kesehatan banyak muncul. Terutama di musim hujan, tepatnya di daerah rawan banjir.

"Kita punya pengalaman kalau banjir ada leptospirosis. Kita mulai pikir hati-hati dengan leptospirosis," ungkapnya saat media briefing bertema Hidroklimatologi di Gedung Kementerian Kesehatan RI, daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

kencing tikus

Sejauh ini, sebut Yuri, ancaman penyakit dari kencing tikus itu sungguh mengkhawatirkan. Meskipun pada dasarnya semua tikus tidak mengandung kuman leptospirosis.

Adapun daerah yang rawan dengan penyakit tersebut ialah di perkotaan besar. Misalnya saja di Jakarta Timur, Sampang, Madura, serta beberapa daerah lainnya.

"Jakarta Timur paling banyak terancam leptospirosis. Pernah juga saat banjir bandang di Sampang, 9 orang meninggal dunia karena penyakit vektor ini," tutur Yuri.

Gejala awal terkena penyakit tersebut merupakan timbulnya warna kuning pada mata, demam tinggi, mual muntah, lemas, dan nyeri pada otot betis. Setelah itu, kalau terlambat terdeteksi bisa mengarah pada penyakit kronis.

"Kita harus hati-hati untuk pencegahan ya setiap orang harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

(hel)

Loading...

Comments