Jajal MRT, Presiden Jokowi Terima Komplain dari Penyandang Disabilitas

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Jajal MRT, Presiden Jokowi Terima Komplain dari Penyandang Disabilitas

Jajal MRT, Presiden Jokowi Terima Komplain dari Penyandang Disabilitas

KEPONEWS.COM - Jajal MRT, Presiden Jokowi Terima Komplain dari Penyandang Disabilitas JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menjajal kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kali ini Jokowi mengajak para penyandang disabilitas untuk mencoba Moda Raya Terpadu (MRT) sebelum diresmikan p...
Loading...

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menjajal kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kali ini Jokowi mengajak para penyandang disabilitas untuk mencoba Moda Raya Terpadu (MRT) sebelum diresmikan pada 24 Maret 2019 mendatang.

Ditemui usai menjajal MRT, Jokowi mengaku mendapatkan beberapa.komplen dari para penyandang disabilitas (difabel). Salah satunya jarak antara platform dan kereta yang masih ada celah.

Menurut Jokowi, celah inilah yang dianggap membuat penyandang disabilitas masih kesulitan ketika akan naik ke dalam kereta. Apalagi bagi para penyandang disabilitas yang memakai kursi roda.

Presiden Jokowi Pastikan MRT Jakarta Sudah Siap Beroperasi

Sementara fasilitas lainnya dianggap sudah cukup ramah terhadap penyandang disabilitas. Dari mulai fasilitas lift hingga pendestrian (trotoar) yang sudah ramah terhadap difabel.

"Secara umum ya kita lihat baik tetapi tadi kita juga kan bersama-sama dengan kaum disabilitas masih ada komplain jarak antara kereta dan platformnya. Masih terlalu lebar," ujarnya saat ditemui Stasiun Istora Mandiri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, para penyandang difabel juga mengeluhkan tulisan yang terlalu kecil. Tulisan yang dimaksud ialah tulisan yang berada di dalam kereta dan juga tulisan yang ada di stasiun.

"Kemudian ada juga tulisan kurang gede di pintu. Tidak hanya di pintu tapi di tengah juga dikasih tulisan. Ini koreksi koreksi yang dari penumpang," jelasnya.

Intip Momen Menarik Jokowi Jajal MRT Jakarta

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretapian Zulfikri mengatakan, benar ada keluhan dari para penyandang difabel. Khusunya ada jarak sedikit antara tempat tunggu kereta dan kereta.

Akan tetapi nanti management MRT ajak menyiapkan rem untuk mempermudah penyandang disabilitas. Rem itu sendiri bisa berbentuk papan agar mempermudah penyandang difabel naik kereta.

"Tadi ada gap antara kereta dan platform itu agak sedikit nanti akan disiapkan rem. Iya nanti disiapkan remnya. Sebenarnya difabel jadi mereka lapor dulu gitu loh kalau mereka mau naik nanti sudah disiapkan ada petugas. Yang saya dengar cuma masalah itu. Jadi tadi dia sudah naiknya," jelasnya.

(fbn)

Loading...
Loading...

Comments