Jack Ma membela usulan 'bekerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu'

Internasional

News / Internasional

Jack Ma membela usulan 'bekerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu'

Jack Ma membela usulan 'bekerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu'

KEPONEWS.COM - Jack Ma membela usulan 'bekerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu' Getty Images Jack Ma menyatakan akan mundur dari kursi CEO Alibaba Miliuner dan pendiri platform jual-beli daring raksasa Alibaba, Jack Ma, kembali mengungkit usulan waktu kerja diubah menjadi pukul 9...
Loading...
Jack MaGetty Images Jack Ma menyatakan akan mundur dari kursi CEO Alibaba

Miliuner dan pendiri platform jual-beli daring raksasa Alibaba, Jack Ma, kembali mengungkit usulan waktu kerja diubah menjadi pukul 9 pagi hingga 9 malam, selama enam hari seminggu.

Jack Ma membela usulan yang disebutnya dengan istilah "sistem 996" tersebut, yang tengah panas diperdebatkan di media China.

Pekan lalu, Ma menulis bahwa tanpa sistem itu, perekonomian China "sangat mungkin kehilangan vitalitas dan dorongan".

Sikapnya itu didukung oleh sesama pengusaha dalam bidang teknologi Richard Liu, bos platform e-commerce raksasa JD.com.

Jumat pekan lalu, Ma menyebut kesempatan untuk bekerja dengan sistem 996 (jam 9 pagi hingga 9 malam, 6 hari seminggu) merupakan sebuah anugerah.

Liu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi China yang cepat turut meningkatkan angka "orang-orang malas".

Tiongkok telah menikmati pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 10% selama lebih dari 25 tahun - semenjak akhir tahun 1970-an hingga pertengahan tahun 2000-an - namun selama tahun-tahun berikutnya, angka itu menurun hingga mendekati angka 6%.

Pendapat para pengusaha itu muncul di tengah kabar bahwa pekan ini JD.com memangkas jumlah pekerja.

Liu, yang merintis perusahaannya tahun 1998 dan kemudian berubah menjadi JD.com, baru-baru ini menulis mengenai sikapnya dalam bekerja. Ia mengatakan bahwa dulu ia terbiasa memasang alarm untuk membangunkannya setiap dua jam sekali, untuk memastikan bahwa pelanggannya mendapatkan layanan 24 jam sehari.

Ia menulis: "JD dalam empat, lima tahun terakhir belum pernah melakukan pemutusan kerja, sehingga jumlah pegawai meningkat pesat, jumlah orang yang memberi perintah semakin bertumbuh, sementara mereka yang bekerja justru menurun.

"Sebaliknya, angka pegawai yang malas meningkat tajam! Bila ini berlanjut, JD akan kehilangan harapan! Dan perusahaan ini hanya akan tertendang tanpa ampun dari pasar! Para pemalas bukanlah saudaraku!"

Jack MaAFP Jack Ma membangun Alibaba menjadi waralaba raksasa dunia

Sementara itu, Ma mendirikan Alibaba, yang terkadang disebut dengan istilah 'eBay-nya China', pada tahun 1999 dan kini berkembang menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Nilai valuasi pasar perusahaan tersebut kini diperkirakan berada di angka US$490 miliar (Rp6.888 triliun), sedangkan nilai kekayaan pribadi Ma sendiri diperkirakan sebesar US$40 miliar (Rp562 triliun).

Tahun lalu, ia mengumumkan bahwa ia akan mundur dari posisinya sebagai pemimpin eksekutif perusahaannya itu dalam waktu dekat.

Loading...

Comments