Israel Periksa Kantor NSO Group, Pembuat Spyware Pegasus

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Israel Periksa Kantor NSO Group, Pembuat Spyware Pegasus

Israel Periksa Kantor NSO Group, Pembuat Spyware Pegasus

KEPONEWS.COM - Israel Periksa Kantor NSO Group, Pembuat Spyware Pegasus Ilustrasi keamanan internet. (F5 Networks) NSO Group disebut-sebut pembuat teknologi di balik spyware Pegasus yang menjadi senjata siber untuk memata-matai ora...

Ilustrasi keamanan internet. (F5 Networks)

NSO Group disebut-sebut pembuat teknologi di balik spyware Pegasus yang menjadi senjata siber untuk memata-matai orang penting.

Spyware Pegasus ini dilaporkan telah digunakan untuk memata-matai presiden, politikus, wartawan dan aktivis di banyak sekali negara.

Laporan terbaru, Pemerintah Israel telah memeriksa kantor NSO Group yang berperan di balik software berbahaya tersebut.

Dilaporkan Apple Insider, Senin (2/8/2021), Israel sendiri menolak menyebutkan nama lembaga yang tengah melakukan penyelidikan terhadap NSO.

Namun media lokal menyebut bahwa yang menggelar penyelidikan ialah Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kehakiman, dan Mossad.

CEO NSO Group Shalev Hulio telah mengkonfirmasi adanya penyelidikan yang dilakukan otoritas Israel atas perusahaannya.

"Itu benar. Saya yakin sangat baik mereka memeriksa, karena kami tahu yang sebenarnya dan kami tahu bahwa daftar itu tidak pernah ada dan tidak terkait dengan NSO," kata Hulio.

NSO, perusahaan senjata siber asal Israel, diperiska Mossad karena dituding memata-matai pemimpin dunia, wartawan, dan aktivis menggunakan software Pegasus. Foto: Ilustrasi agen dinas rahasia Israel, Mossad. [Shutterstock]NSO, perusahaan senjata siber asal Israel, diperiska Mossad karena dituding memata-matai pemimpin dunia, wartawan, dan aktivis memakai software Pegasus. Foto: Ilustrasi agen dinas rahasia Israel, Mossad. [Shutterstock]

Saat ditanya apakah penyelidikan lebih lanjut kembali dilakukan, ia menjawab bahwa pihaknya berharap otoritas Israel dapat memeriksa semuanya dan memastikan bahwa tuduhan itu salah.

Sebagaimana diketahui, tuduhan ini bermula dari laporan kerja sama 17 media yang mengungkap peretasan 37 smartphone milik aktivis HAM, jurnalis, hingga pebisnis dengan Pegasus, software buatan NSO.

Laporan itu juga menyebutkan lebih dari 50.000 nomor telepon, 180 di antaranya ialah jurnalis, dijadikan sasaran oleh para pengguna Pegasus.

Sementara itu, NSO Group telah membantah tuduhan tersebut. Hulio menyatakan perusahaannya tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan Pegasus oleh klien pemerintah.

"Kami menjual produk kami kepada pemerintah. Kami tidak mempunyai cara untuk memantau apa yang dilakukan mereka," kata Hulio.

Tidak diketahui apa yang akan dilakukan pemeritah Israel pada NSO Group yang menjadi di balik spyware Pegasus ini. ( Dicky Prastya).

Comments