Iran Tawarkan Perjanjian Non Agresi dengan Negara Teluk

Nasional

News / Nasional

Iran Tawarkan Perjanjian Non Agresi dengan Negara Teluk

Iran Tawarkan Perjanjian Non Agresi dengan Negara Teluk

KEPONEWS.COM - Iran Tawarkan Perjanjian Non Agresi dengan Negara Teluk Copyright (c) 2016 TEMPO.COfotoBaghdad Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan negaranya akan membela diri terhadap setiap serangan militer dan ekonomi. Dia juga menyerukan agar...
Loading...
Iran Tawarkan Perjanjian Non Agresi dengan Negara Teluk
Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
foto

Baghdad Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan negaranya akan membela diri terhadap setiap serangan militer dan ekonomi. Dia juga menyerukan agar negara-negara Eropa melakukan hal lebih untuk menjaga tetap berlangsungnya Perjanjian Nuklir Iran, yang diteken pada 2015.

Kami akan membela diri terhadap setiap upaya perang terhadap Iran, baik itu perang ekonomi atau militer. Kami akan menghadapi semua upaya itu dengan kekuatan, kata Zarif saat jumpa pers dengan Menlu Irak, Mohammed al-Hakim, di Bagdhad seperti dilansir Reuters, Ahad, 26 Mei 2019.

Pemerintah Iran, Zarif melanjutkan, akan membangun hubungan berimbang dengan negara tetangga di Teluk Arab. Teheran menunjukkan perjanjian non-agresi dengan negara Arab.

Zarif mengatakan ini hubungan Iran dan AS yang menegang belakangan ini. AS mengirim kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke daerah Teluk. AS juga mengirim tambahan 1.500 pasukan untuk menjaga keamanan di daerah ini.

Para pemimpin Iran dan AS telah menyatakan tidak menginginkan perang. Trump juga membuka pintu dialog setelah pada 2018 menyatakan AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015. Dia berharap pemimpin Iran akan mau menelponnya setelah mengenakan hukuman ekonomi.

Namun, pemerintah Iran mengatakan tidak akan berunding dengan AS karena Trump telah memutuskan untuk keluar dari perjanjian nuklir itu. Perjanjian Nuklir Iran diteken oleh sejumlah negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Cina, dan Rusia. Intinya, Iran menghentikan pengayaan kadar nuklir. Iran juga bisa mengekspor nuklir berkadar 3-4 persen ke negara tetangga dengan batas produksi 300 kilogram.

Dalam pernyataan pers ini, Menlu Irak Hakim mengatakan menyokong Iran terkait ketegangan dengan AS.

Kami mengatakan dengan jelas dan jujur bahwa kami menolak aksi sepihak yang diambil AS. Kami berdiri dengan Republik Iran dalam hal ini, kata dia.

AS dan Iran merupakan dua sekutu dari Irak. Baghdad juga mengatakan bersedia menjadi penengah antara AS dan Iran. Baghdad tidak meyakini blokade ekonomi bakal berhasil sambil merujuk kepada hukuman ekonomi AS kepada Iran.

Pada saat yang sama, Deputi Menlu Iran, Abbad Araqchi, tiba di Oman. Dia mendiskusikan pembangunan regional dengan Menlu Oman, Yousuf Bin Alawi bin Abdullah.


Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBK
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

Araqchi menekankan pentingnya perdamaian dan keamanan di daerah Teluk Persia. Dan mengingatkan adanya kebijakan AS dan beberapa sekutunya yang merusak di daerah itu, begitu pernyataan dari kemenlu Iran. Dia menolak pembicaraan langsung dan tidak langsung dengan Amerika.

Secara terpisah, Presiden Iran, Hassan Rouhani, memberikan ide soal perlunya menggelar referendum mengenai program nuklir Iran. Tujuan dari referendum ini ialah memberikan ruang kepada para pemimpin Iran untuk melakukan manuver dan menyelesaikan ketegangan dengan AS.

Comments