Iptu Ferdian Chandra Pastikan Buru Buronan Terkait Kasus Prostitusi Anak di Pidie

Nasional

News / Nasional

Iptu Ferdian Chandra Pastikan Buru Buronan Terkait Kasus Prostitusi Anak di Pidie

Iptu Ferdian Chandra Pastikan Buru Buronan Terkait Kasus Prostitusi Anak di Pidie

KEPONEWS.COM - Iptu Ferdian Chandra Pastikan Buru Buronan Terkait Kasus Prostitusi Anak di Pidie Senin, 19 Oktober 2020 13:31 WIB Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra saat memberikan keteran pers kepada awak media di Mapolres setempat di Kota...

Senin, 19 Oktober 2020 13:31 WIB

Iptu Ferdian Chandra Pastikan Buru Buronan Terkait Kasus Prostitusi Anak di Pidie

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra saat memberikan keteran pers kepada awak media di Mapolres setempat di Kota Sigli, Sabtu (17/10/2020). Foto: ANTARA/HO-Polres Pidie Aceh

MEULABOH - Seorang pria berinisial I, terduga pengguna jasa prostitusi anak di bawah umur, kini menjadi buronan Polres Pidie.

Pelaku berinisial I kami jadikan DPO karena pelaku diduga telah melarikan diri, kata Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Ferdian Chandra, Ahad.

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan tiga orang terduga dalam kasus ini, mereka di antaranya Irena Fransisca Regalado alias Ririn (38) seorang ibu rumah tangga warga Desa Blang Paseh Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie diduga sebagai muncikari.

Kemudian pelaku diduga pria hidung belang masing-masing Ikhwan alias Tolek Salak (40) seorang pedagang warga Desa Gampong Raya Lhok Kaju Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie, serta Deni Imrayadi (26) warga Desa Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh.

Iptu Ferdian Chandra juga memaparkan, pelaku berinisial I diburu polisi karena diduga terlibat dalam perkara tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Meski sudah menahan tiga orang terduga, polisi memastikan tetap akan memburu pelaku yang sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO), guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Ia juga memaparkan, terungkapnya kasus ini setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya sangkaan tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana prostitusi yang diduga melibatkan anak di bawah umur sebagai korban.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap sejumlah pelaku di sejumlah lokasi berbeda.

BERITA TERKAIT SPONSORED CONTENT

Comments