Ini Penyakit Paling Boros Habiskan Anggaran BPJS Kesehatan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Ini Penyakit Paling Boros Habiskan Anggaran BPJS Kesehatan

Ini Penyakit Paling Boros Habiskan Anggaran BPJS Kesehatan

KEPONEWS.COM - Ini Penyakit Paling Boros Habiskan Anggaran BPJS Kesehatan Jikalau sebelumnya BPJS Kesehatan merilis tiga kasus penyakit yang dianggap paling menghabiskan dana besar, ternyata masih ada lagi jenis penyakit lain. Apalagi kalau bukan penyakit kronis yang kini t...
Loading...

Jikalau sebelumnya BPJS Kesehatan merilis tiga kasus penyakit yang dianggap paling menghabiskan dana besar, ternyata masih ada lagi jenis penyakit lain. Apalagi kalau bukan penyakit kronis yang kini tren dialami penduduk Indonesia.

Sebelumnya BPJS Kesehatan membatasi pasien yang ingin operasi melahirkan caesar, operasi katarak, serta fisioterapi. Tidak semuanya ditanggung JKN-KIS, karena terlalu besar menghabiskan anggaran pemerintah.

"Dengan adanya pemeriksaan BPKP ada pelayanan berlebihan. Dari semua data, kita tidak cuma lihat tiga (kasus penyakit) itu. Ini harus ditindaklanjuti," ucap Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady, saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Pasien rumah sakit

Maya menambahkan, untuk mayoritas penyakit yang dianggap boros menghabiskan anggaran adalah segala bentuk penyakit kronis. Misalnya hemodialisa untuk pasien gagal ginjal, bahkan setiap hari ada yang baru.

Jumlah pasien JKN-KIS yang melakukan hemodialisa selama tahun 2014-2017 sebesar 1.322.307 orang, dengan jumlah kasus 9.438.744 dengan total biaya perawatan sebesar Rp10.735.062.857.909.

"Kalau data penyakit banyak ada 10 besar tertinggi. Secara nasional rawat jalan itu penyakit kronis, kalau rawat inap juga ada," sebutnya.

Agar tidak boros dan mencegah kecurangan, BPJS Kesehatan bakal mengimplementasikan sistem fingerprint. Meskipun dua tahun sebelumnya sistem ini sudah diterapkan di rumah sakit, khususnya poli hemodialisa. "Diharapkan penggunaan sistem digital seperti fingerprint, efektif digunakan dalam validasi data. Kalau 2 tahun lalu pelayanan hemodialisa, tahun ini semoga bisa semua penyakit di semua FKTP" pungkas Maya.

(tam)

Loading...
Loading...

Comments