Ini Penampakan Kerumunan Ojol Serbu McDonald's demi Orderan BTS Meal

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Ini Penampakan Kerumunan Ojol Serbu McDonald's demi Orderan BTS Meal

Ini Penampakan Kerumunan Ojol Serbu McDonald's demi Orderan BTS Meal

KEPONEWS.COM - Ini Penampakan Kerumunan Ojol Serbu McDonald's demi Orderan BTS Meal KOTA MALANG - Penampakan driver ojol di salah satu gerai McDonald's. Driver ojol memadati gerai McDonald's demi mengambil orderan BTS Meal yang menjadi trending hari ini. Karena membludaknya pengunjun...

KOTA MALANG - Penampakan driver ojol di salah satu gerai McDonald's. Driver ojol memadati gerai McDonald's demi mengambil orderan BTS Meal yang menjadi trending hari ini.

Karena membludaknya pengunjung gerai makanan cepat saji McDonald's di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kota Malang membuat Satpol PP Kota Malang mengambil tindakan. Petugas Satpol PP bersama kepolisian, TNI, dan Dinas Kesehatan Kota Malang memberikan surat pernyataan teguran kepada pengelola gerai.

Tampak di lokasi semenjak Rabu siang (9/6/2021), antrian pengunjung yang didominasi pengemudi ojek online berkerumun. Mereka hendak membeli paket BTS meal yang mayoritas dipesan pelanggan secara online dari software ojek online.

BTS Meal Bikin Ojol Berkerumun, Polisi: Tolong, Ini Masih Pandemi

Meski sebagian besar dari ojek online dan pengunjung lain yang datang memakai masker. Mereka tampak tak mengindahkan jaga jarak satu sama lain, bahkan kapasitas minimal 50 persen di setiap tempat usaha pun dilanggar oleh gerai Mc Donalds di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Bunulrejo, Malang.

Ojol

Kepala Seksi (Kasi) Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera mengatakan, pihaknya terpaksa memberikan surat pernyataan kepada pengelola untuk tidak mengulangi, lantaran ditemukan sejumlah pelanggaran dari pengelola McD di gerai Jalan Sunandar Priyo Sudarmo ini.

"Karena melanggar protokol kesehatan (Prokes), pertama Perda Provinsi (Jawa Timur) Nomor 2, kemudian Perwal 30 (Perwalian Nomor 30 tahun 2020), Pergub 53 (Pergub Nomor 53 tahun 2020), itu semua melanggar kapasitasnya melebihi, antrian sangat berjubel, sehingga kami memberikan surat pernyataan," tegas Anton dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

Comments