Ini Dia Prajurit Kopassus TNI yang Bikin Jenderal Luhut Geleng-geleng

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Ini Dia Prajurit Kopassus TNI yang Bikin Jenderal Luhut Geleng-geleng

Ini Dia Prajurit Kopassus TNI yang Bikin Jenderal Luhut Geleng-geleng

KEPONEWS.COM - Ini Dia Prajurit Kopassus TNI yang Bikin Jenderal Luhut Geleng-geleng Mungkin sebagian orang tahu, sosok Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan pernah menjadi salah satu prajurit tempur terbaik yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI...

Mungkin sebagian orang tahu, sosok Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan pernah menjadi salah satu prajurit tempur terbaik yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Ya, Luhut muda menghabiskan waktu dalam pertempuran di sejumlah operasi militer.

Pria yang saat ini menduduki posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investaasi Republik Indonesia, merupakan purnawirawan Perwira Tinggi (Pati ) TNI yang merupakan anggota pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Salah satu pertempuran yang pernah dirasakan oleh Luhut merupakan saat diterjunkan di Timor-Timur dalam Operasi Seroja.

Dalam akun Facebook pribadinya, Luhut mengisahkan ia pernah dibuat tercengang dengan karakter anak buahnya. Tepatnya pada 1976, Luhut yang masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) TNI memimpin sejumlah pasukan Kopassus di Kompi A Detasemen Tempur (Denpur) 1/Para Komando (Parako).

Salah anak buah Luhut saat itu ialah Sersan Mayor (Serma) TNI Durman. Meski Luhut dikenal mahir dalam sejumlah kemampuan mulai dari bela diri, menembak hingga terjun payung, namun Durman rupanya sangat membuat Luhut terkaget-kaget.

Bagaimana tidak, stamina sangat dibutuhkan bagi setiap prajurit dalam pertempuran. Alasannya adalah jikalau tidak, kondisi tubuh dan fokus bisa menurun drastis. Bukan tidak mungkin nyawa melayang dalam situasi seperti itu.

Akan tetapi, Durman yang merupakan seorang Muslim tetap menjalankan ibadah puasa meski dalam kondisi perang. Hal ini lah yang membuat Luhut sangat terkesima.

Sebagai komandan, Luhut tahu persis situasi dalam pertempuran. Durman harus membawa perlengkapan tempur berupa senapan otomatis, peluru, granat, peluru mortir hingga bekal makanan.

Photo : Facebook/Luhut Binsar Pandjaitan

"Saya teringat kepada salah seorang anak buah yang rajin berpuasa walau saat sedang berada di tengah medan perang. Namanya, Sersan Mayor Durman, Caraka saya di Kompi A Denpur-1/Parako dalam operasi tempur di Timor Portugis tahun 1975 1976," tulis Luhut di Facebook

"Perlengkapan yang dibawa setiap prajurit memang cukup berat. Beberapa diantaranya berupa senapan otomatis AK-47, 750 butir peluru kaliber 7,62 mm, 3 magasin lengkung, 2 granat, bekal makan untuk beberapa hari, baju loreng, kaos, sepatu lapangan, dan topi rimba," lanjut tulisan Luhut.

Meskipun berpuasa, Durmah diceritakan Luhut seringkali memberikan bekal makananya kepada rekan-rekannya. Luhut jadi salah satu orang yang sering ditawari makanan oleh Durman.

Makin lama, Luhut makin penasaran dengan apa yang dilakukan anak buahnya. Suatu waktu, Luhut pun akhirnya bertanya kepada anak buahnya itu. Setelah mendengar jawaban Durman, Luhut semakin yakin bahwa anak buahnya ialah sosok prajurit yang menjaga sumpahnya dan Sapta Marga. Namun di sisi lain, Durman ialah seorang Muslim yang taat kepada Agamanya.

"Saya pun bertanya kenapa dia tetap berpuasa di tengah kondisi seperti ini. 'Biar lebih dekat dengan Tuhan,' jawabannya yang tidak pernah saya lupakan," Luhut mengisahkan.

"Jawaban itu seolah menunjukkan betapa fokusnya dia pada hubungan dengan Tuhan-nya. Tapi bagi saya, Durman juga telah menunjukkan penghormatannya kepada tugas negara dan atasannya dengan tetap bertempur dan menyediakan makanan bagi saya selaku komandannya di Kompi A. Hebat!" lanjut tulisan Luhut.

Comments