Ini Cara Hadapi Anak yang Minta Main Game PUBG

Games

Updates / Games

Ini Cara Hadapi Anak yang Minta Main Game PUBG

Ini Cara Hadapi Anak yang Minta Main Game PUBG

KEPONEWS.COM - Ini Cara Hadapi Anak yang Minta Main Game PUBG JAKARTA - Game seharusnya mempunyai batasan usia, sehingga anak-anak bisa bermain sesuai dengan usia mereka. Orangtua juga perlu mengawasi game yang dimainkan oleh anak, sehingga mencegah anak mengaks...

JAKARTA - Game seharusnya mempunyai batasan usia, sehingga anak-anak bisa bermain sesuai dengan usia mereka. Orangtua juga perlu mengawasi game yang dimainkan oleh anak, sehingga mencegah anak mengakses permainan yang ternyata mempunyai konten kekerasan atau pornografi.

Dikutip dari Antaranews, bukan hanya orang dewasa, game online juga populer di kalangan anak-anak, seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Banyak anak-anak yang main PUBG meski usia mereka tidak memenuhi batas usia minimum.

Ketika mengunduh permainan di Android maupun iOS, platform sebenarnya sudah memberikan rating batasan usia minimal untuk memainkan game tersebut. Game Free Fire dari Garena, misalnya, di platform Google Play Store ditandai untuk 12 tahun ke atas.

Sementara di situs Indonesian Game Rating System (IGRS) game tersebut untuk usia 18 tahun ke atas.

Psikolog dari Yayasan Sahabatku Mitra Remaja, Fajriati M. Badrudin, berpendapat orangtua harus punya taktik untuk menghadapi anak yang ingin main game.

Orangtua seharusnya memberi pemahaman mengenai gawai dan konten apa saja yang bisa diakses.

"Sebelum kasih barang, kita buat peraturan. Masalah konten, apa yang boleh dan tidak boleh harus jelas," kata Fajriati.

Semakin anak bertambah dewasa, anak tidak bisa lagi dilarang tanpa memberi penjelasan. Menurut dia, salah satu cara yang efektif untuk memberi pemahaman bagi anak ialah dengan mengajaknya berdiskusi.

Ajak anak untuk memahami dampak positif dan negatif game tersebut, kemudian tanya pendapatnya mengenai game tersebut.

Kalau orangtua melarang bermain game karena tidak sesuai usianya, sediakan alternatif kegiatan yang lebih positif dan menyenangkan agar anak mempunyai aktivitas selain bermain game.

"Kesalahan orangtua, terkadang hanya bisa melarang, tapi, tidak kasih alternatif, jadi, anak galau mau melakukan apa," kata dia.

Fajriati menyarankan orangtua sebaiknya tidak gagap teknologi dan harus tahu konten dan software apa saja yang terpasang di ponsel anak.

Jikalau anak mempunyai sosmed, usahakan mempunyai akun juga di sosmed tersebut agar dapat melihat aktivitas anak.

Petisi Tolak Fatwa Haram PUBG Capai Lebih dari 15 Ribu Dukungan

(ahl)

Comments