Ingat Krismon 1998, BI Tetapkan 3 Acuan Pantau Utang Swasta

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Ingat Krismon 1998, BI Tetapkan 3 Acuan Pantau Utang Swasta

Ingat Krismon 1998, BI Tetapkan 3 Acuan Pantau Utang Swasta

KEPONEWS.COM - Ingat Krismon 1998, BI Tetapkan 3 Acuan Pantau Utang Swasta JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memaparkan ketika ini Peraturan Bank Indonesia (PBI) tahun 2014 mengenai Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri (ULN) Korporasi NonBank telah sepenuhny...
Loading...

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memaparkan ketika ini Peraturan Bank Indonesia (PBI) tahun 2014 mengenai Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri (ULN) Korporasi NonBank telah sepenuhnya diimplementasikan di tahun 2017.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo mengatakan, ketentuan ini sudah ditetapkan dan sudah ketiga kalinya dilakukan yakni 2014, 2015, dan 2016. Menurutnya, latar belakang adanya PBI ini karena ULN swasta yang terus meningkat.

BERITA REKOMENDASI

"Konteks ULN terus meningkat karena pembiayaan dari sektor swasta membutuhkan sumber dana dari luar negeri," ungkapnya dalam acara bincang-bincang media di Kantor BI, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Dia mencontohkan, melihat tahun 1997-1998 ketika resiko ULN tidak dapat dikelola dengan baik kerena masalah global, likuiditas, harga dan over leverage swasta itu membuat prinsip kehati-hatian di swasta tidak bisa dikelola dengan baik.

"Kondisi sebelum penerapan PBI ini memang meningkatkan ULN secara cepat dan naiknya risiko yang dihadapi oleh debitur baik dalam dan luar negeri ada tiga pokok," jelasnya.

Ketiga pokok tersebut menjadi acuan bagi BI untuk melihat sehatnya atau tidaknya risiko ULN swasta. Ketentuan ini juga telah sudah berlaku secara full semenjak Januari 2017, karena transisinya butuh waktu dua tahun.

"Ketiga pokok ini, yang pertama, kami jaga mitigasi risiko karena currency miss match maka perlu hedging. Kedua, risiko kalau likuditas valas oleh debitur tdk mencukupi. Ketiga, risiko karena over leverage karena debitur meminjam terlalu banyak dalam konteks ULN," tukasnya.

Ingat Krismon 1998, BI Tetapkan 3 Acuan Pantau Utang Swasta

Comments