Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

KEPONEWS.COM - Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang JAKARTA Indonesia menekankan pentingnya untuk menjamin hak-hak dan kepentingan negara berkembang dalam rencana reformasi organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO). Hal terse...
Loading...

JAKARTA Indonesia menekankan pentingnya untuk menjamin hak-hak dan kepentingan negara berkembang dalam rencana reformasi organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO). Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri, sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam Pertemuan Informal Tingkat Menteri (PITM) yang berlangsung pada 13-14 Mei 2019 di New Delhi, India.

Secara umum, PITM yang digagas India ini membahas perkembangan reformasi WTO dalam dimensi pembangunan dan kepentingan negara berkembang. Bahasan difokuskan pada mekanisme penyelesaian sengketa perdagangan, transparansi kebijakan perdagangan, dan banyak sekali isu perdagangan yang menjadi bagian dari reformasi WTO.

Mendag: Perlindungan Konsumen Harus Terus Digalakkan

Di mana para menteri perdagangan anggota WTO dari banyak sekali negara berkembang muncul pada pertemuan ini untuk membahas agar perundingan reformasi WTO dapat berjalan dengan seimbang dan tidak merugikan negara berkembang.

Pertemuan ini menyepakati pandangan yang sama bahwa elemen-elemen reformasi harus tetap menjamin hak-hak negara berkembang, ujar Kasan dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (18/5/2019).

Kasan memaparkan, hak-hak tersebut terutama terkait pemberian ruang dalam menyusun kebijakan nasional guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan dalam perdagangan internasional. Menurutnya, negara berkembang harus menyelaraskan suara dalam menghadapi rencana reformasi WTO yang belakangan ini semakin intensif dibahas.

kerjasama

Adapun pembahasan reformasi WTO mulai mengemuka semenjak awal pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menginginkan pengurangan defisit neraca perdagangan AS dengan negara mitra dagangnya.

Secara khusus, Indonesia juga menekankan pentingnya segera menyelesaikan hal-hal yang belum terselesaikan dari perundingan putaran Doha yang mayoritas juga merupakan isu-isu kepentingan negara berkembang, jelasnya.

Selain India dan Indonesia, negara-negara yang muncul pada pertemuan ini yaitu Brasil, Afrika Selatan, China, Malaysia, Argentina, Jamaika, Benin, Turki, Arab Saudi, Bangladesh, Barbados, Republik Afrika Tengah, Mesir, Guatemala, Kazakstan, Kenya, Malawi, Nigeria, dan Oman.

(kmj)

Loading...

Comments