Indonesia Bisa Ekspor 100.000 Ton Beras

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Indonesia Bisa Ekspor 100.000 Ton Beras

Indonesia Bisa Ekspor 100.000 Ton Beras

KEPONEWS.COM - Indonesia Bisa Ekspor 100.000 Ton Beras JAKARTA - Pemerintah menargetkan untuk mengekspor setidaknya 100.000 ton beras medium pada tahun ini. Hal itu didasari perkiraan melimpahnya produksi di dalam negeri sehingga bisa mencukupi kebutuhan...
Loading...

JAKARTA - Pemerintah menargetkan untuk mengekspor setidaknya 100.000 ton beras medium pada tahun ini. Hal itu didasari perkiraan melimpahnya produksi di dalam negeri sehingga bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri sekaligus ekspor.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Mat Syukur mengatakan, produksi gabah tahun ini ditargetkan 78 juta ton atau setara 40 juta ton beras. Sementara kebutuhan dalam negeri sekitar 33 juta ton. Jumlah itu cukup untuk kita (bisa) ekspor. Ini bagian dari peta jalan kita menuju lumbung pangan dunia pada 2045, ujarnya di Jakarta.

BERITA REKOMENDASI

Sesuai keinginan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaeman, tahun ini diharapkan Indonesia bisa mengekspor minimal 100.000 ton beras medium. Selama ini ekspor beras Indonesia umumnya berupa beras organik ke lima negara tujuan ekspor. Banyak negara yang menunjukkan berasnya ke Indonesia, tapi kita sudah tidak perlu (impor) lagi karena sudah bisa dipenuhi di dalam negeri, tandasnya.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, stok beras nasional ketika ini masih aman di kisaran 1,7 juta ton. Namun, Presiden Joko Widodo meminta stok beras bisa stabil di kisaran 3 juta ton.

Kita hitung serapan dan pengeluarannya berapa. Kita coba kelola sehingga posisinya bisa stabil di kisaran stok 3 juta ton, ucapnya.

Sebagai catatan, Bulog menargetkan pengadaan beras dalam negeri pada tahun ini sebanyak 3,7 juta ton, yang terdiri atas 3,2 juta ton untuk kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) dan 500.000 ton untuk kepentingan komersial.

Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, serapan beras tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Ia mencontohkan sepanjang Januari 2017 terserap 4.000 ton, sedangkan Januari 2016 hanya 650 ton. Semenjak Januari sampai sekarang sudah terserap 9.000 ton. Kita targetkan sampai akhir Februari paling tidak mencapai 20.000-25.000 ton, ujarnya.

Menurut Tri, serapan yang lebih besar akan terjadi pada periode panen raya yang diperkirakan bulan April-Mei. Sejumlah pusat produksi di Sulawesi Selatan seperti Sidrap, Parepare, dan Maros dalam waktu dekat juga akan panen raya.

Pada masa panen raya penyerapan bisa mencapai 10.000 ton per hari atau 5-10 kali lipat dari ketika ini sekitar 1.000-2.000 ton per hari. Diharapkan sepanjang semester I/2017 serapan beras bisa berkisar 1-2 juta ton.

Indonesia Bisa Ekspor 100.000 Ton Beras
Loading...

Comments