Ibu Kota Kerajaan Bhutan dengan Berpopulasi 50.000 Jiwa Memiliki Daya Tarik untuk Dikunjungi

Unik

Ragam / Unik

Ibu Kota Kerajaan Bhutan dengan Berpopulasi 50.000 Jiwa Memiliki Daya Tarik untuk Dikunjungi

Ibu Kota Kerajaan Bhutan dengan Berpopulasi 50.000 Jiwa Memiliki Daya Tarik untuk Dikunjungi

KEPONEWS.COM - Ibu Kota Kerajaan Bhutan dengan Berpopulasi 50.000 Jiwa Memiliki Daya Tarik untuk Dikunjungi Bhutan ialah sebuah negara kecil berbentuk kerajaan yang bertetangga dengan Tiongkok. 95% wilayahnya merupakan tanah pegunungan. Ia ialah salah satu negara paling tidak berkembang di dunia, tetapi dia...

Bhutan ialah sebuah negara kecil berbentuk kerajaan yang bertetangga dengan Tiongkok. 95% wilayahnya merupakan tanah pegunungan. Ia ialah salah satu negara paling tidak berkembang di dunia, tetapi diakui sebagai salah satu negara yang tingkat kebahagiaan hidupnya cukup tinggi di dunia.

Kerajaan Bhutan nyaris tidak menjalin hubungan diplomatik dengan sebagian besar negara di dunia. Sejauh ini, hanya sedikit orang yang tahu perihal negara ini.

Apa sih kelebihan dari ibu kota negara yang nyaris tidak dikenal orang di dunia ini ? Dan bagaimana negara yang tergolong tidak berkembang ini bisa diakui sebagai salah satu negara yang tingkat kebahagian hidupnya cukup tinggi ? Untuk itu, kita akan menelusuri dan mencari jawabannya dengan mengenali lebih jauh perihal ibu kota Kerajaan Bhutan, adalah Thimphu.

Thimphu terletak di bagian barat laut dari Kerajaan Bhutan, berada di lembah Sungai Wangqu di kaki Pegunungan Himalaya. Ia merupakan pusat politik, militer, agama dan budaya Kerajaan Bhutan.

Namun, hal yang membedakan Thimphu dari umumnya ibu kota negara lain merupakan jumlah populasinya yang hanya sekitar 50.000 jiwa, ia tidak mempunyai keramaian dan kemegahan bangunan sebagaimana kota metropolitan negara lain. Ia cuma jalanan berliku-liku sepanjang hampir 20 kilometer yang dibangun di atas tanah perbukitan.

Pemandangan kota yang disajikan kepada orang merupakan keindahan alamnya, gaya kehidupan pedesaan dan gambaran sebuah kota yang baru tumbuh.

Sebelum tahun 1955, Thimphu hanya mempunyai sebuah kuil besar dan beberapa rumah penduduk yang tersebar. Sampai pada tahun itu 1955 Raja Bhutan menetapkannya sebagai ibu kota Bhutan, kota tersebut baru secara bertahap berkembang menjadi kota yang tertata. Meskipun populasi Thimphu hanya 50.000 jiwa, tetapi ia sudah menjadi kota terbesar di Bhutan.

Terlihat dari pemandangan nyata bahwa di pusat Kota Thimphu yang dikelilingi perbukitan hijau, banyak sekali bangunan mengadopsi gaya seni arsitektur tradisional Bhutan. Dinding-dinding bangunannya sebagian besar berwarna merah dan putih, serta dihiasi lukisan warna-warni. Seluruh kota tampak hening dan dipenuhi keindahan artistik.

Ini ialah jalan di pusat Kota Thimphu yang disebut Norzin lam. Jalan yang tidak terlalu luas ini panjangnya hampir 1,5 kilometer, tetapi merupakan jalan tersibuk di Kota Thimphu. Bangunan di kedua sisi jalan jauh lebih padat daripada di daerah lain, bahkan di tempat paling makmur di Kota Thimphu ini pun tidak ada gedung tinggi.

Jalan di Norzin lam diatur satu arah untuk kendaraan yang melintas, jadi agak macet. Meskipun bangunan yang berada di kedua sisi jalan itu hanya 3 hingga 5 lantai yang tidak termasuk tinggi, tetapi terasa ada karakteristik etnik yang kuat dengan dekorasi dinding yang indah. Banyak toko maupun hotel terletak di kedua sisi jalan ini.

Bangunan di tengah persimpangan jalan yang tampak dalam foto ini merupakan satu-satunya pos tempat polisi untuk mengatur lalu lintas di Bhutan. Padahal di kota-kota di luar Bhutan sudah memakai lampu lalu lintas.

Pos polisi dengan gaya khas Bhutan yang berada di tengah persimpangan jalan ini sering muncul dalam buku-buku maupun gambar yang memperkenalkan Bhutan, dan telah dicetak di kartu pos Bhutan.

Ketika kita sudah terbiasa dengan pengaturan lalu lintas dengan lampu lalin di kota, entah apa yang dirasakan oleh orang dari luar Bhutan ketika memakai jalan di sana, mungkinkah akan merasakan seperti laju waktu telah berhenti ? Atau sedang kembali ke masa lampau ?

Bangunan yang berdiri di Wangqu dan Tepi Barat ini merupakan kuil ternama yang merupakan pusat kekuasaan Kerajaan Bhutan Tashichho Dzong.

Melihat Tashichho Dzong dari kejauhan.

Tashichho Dzong dibangun pada abad ke-13. Setelah mengalami berulang kali renovasi, sekarang telah menjadi tempat tinggal musim panas bagi para pemimpin agama di Bhutan dan salah satu tempat suci agama di Bhutan.

Bhutan merupakan negara kerajaan yang konstitusinya didominasi oleh agama. Istana kerajaan dan lembaga manajemen negara Raja Bhutan juga berada di gedung ini, sehingga Tashichho Dzong sebenarnya juga ialah pusat kekuasaan Bhutan.

Di dalam bangunan Tashichho Dzong.

Arsitektur Tashichho Dzong dirancang seperti kastil. Tinggi keempat sisi bangunan 4,5 6 meter, dan tertinggi mencapai 7 lantai. Eksterior juga dihiasi dengan ukiran kayu merah putih tradisional Bhutan. Bangunan utama mempunyai menara emas di puncak gedung, sehingga tampak sangat megah.

Pemandangan Tashichho Dzong di waktu malam.

Hari ini, secara bertahap misteri wacana Bhutan semakin terkuak di depan mata dunia. Tashichho Dzong di Thimphu dan banyak tempat Bhutan dengan karakteristik etnis telah menjadi tempat wisata yang populer, menarik banyak wisatawan dunia setiap tahunnya untuk berkunjung.

Meskipun Thimphu sampai sekarang masih minus keramaian dan hiruk pikuk sebagaimana kota modern lainnya di dunia. Dan kehidupan masyarakatnya yang tergolong tidak kaya karena pendapat per kapitanya masih rendah, tetapi dapat tinggal dan hidup di kota kecil yang tenang, yang jauh dari pergolakan dunia, juga merupakan sebuah berkah yang Tuhan berikan ! (sin/yn)

Sumber: aboluowang

Comments