Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China

Internasional

News / Internasional

Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China

Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China

KEPONEWS.COM - Huawei: Lima alasan mengapa Barat begitu khawatir dengan perusahaan teknologi China Google memutuskan untuk tak akan lagi membolehkan Huawei, perusahaan telepon genggam terbesar kedua di dunia, mengakses pembaruan keamanan sistem operasi Android. Itu berarti peranti baru Huawei akan...
Loading...

Google memutuskan untuk tak akan lagi membolehkan Huawei, perusahaan telepon genggam terbesar kedua di dunia, mengakses pembaruan keamanan sistem operasi Android.

Itu berarti peranti baru Huawei akan kehilangan akses terhadap sejumlah software.

Langkah ini diambil Google setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan darurat nasional pekan lalu "untuk melindungi jaringan komputer Amerika Serikat dari musuh-musuh asing".

Para analis meyakini kebijakan tersebut "sengaja diarahkan ke Huawei".

Selain memproduksi telepon genggam, Huawei juga membuat peralatan komunikasi. Diperkirakan, Huawei menguasai sekitar 40-60% jaringan di seluruh dunia.

Grafik pertumbuhan Huawei.BBC Grafik pertumbuhan Huawei.

Berikut lima hal yang membuat Barat sangat khawatir dengan Huawei.

1. Jaringan super cepat 5G

Huawei saat ini sedang berunding dengan banyak negara untuk memasok sistem jaringan super cepat generasi kelima, 5G.

Ponsel HuaweiPA 5G akan merevolusi bagaimana kita memakai telepon genggam.

Sistem ini begitu cepat sehingga ideal untuk digunakan ke produk seperti mobil swakemudi.

Jikalau infrastruktur 5G memakai produk Huawei, para pesaing mengklaim Huawei "bisa membaca pesan yang dikirim melalui jaringan atau bahkan mematikan jaringan, yang tentu akan menyebabkan gangguan serius".

Bahkan sebelum Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, pemerintah AS sudah mendesak sekutu mereka untuk tidak memakai produk Huawei.

Loading...

Comments