Hingga Hari Ini, Lebih dari 7.500 Orang Meninggal di Italia Akibat Corona

Internasional

News / Internasional

Hingga Hari Ini, Lebih dari 7.500 Orang Meninggal di Italia Akibat Corona

Hingga Hari Ini, Lebih dari 7.500 Orang Meninggal di Italia Akibat Corona

KEPONEWS.COM - Hingga Hari Ini, Lebih dari 7.500 Orang Meninggal di Italia Akibat Corona Miguel MEDINA / AFP Sebuah pandangan diambil pada 20 Maret 2020 di Cremona, tenggara Milan, Italia menunjukkan petugas kebersihan dengan alat pelindung mendisinfeksi tempat tidur pasien di salah satu...
Loading...
Hingga Hari Ini, Lebih dari 7.500 Orang Meninggal di Italia Akibat Corona

Miguel MEDINA / AFP

Sebuah pandangan diambil pada 20 Maret 2020 di Cremona, tenggara Milan, Italia menunjukkan petugas kebersihan dengan alat pelindung mendisinfeksi tempat tidur pasien di salah satu tenda dari rumah sakit lapangan yang baru saja beroperasi untuk pasien virus corona, yang dibiayai oleh LSM bantuan bencana Kristen evangelikal AS, Samaritan's Purse . Sepenuhnya operasional, struktur akan terdiri dari 15 tenda, 60 tempat tidur, 8 di antaranya akan berada dalam perawatan intensif.

ROMA - Italia melaporkan 683 orang telah meninggal karena virus corona (COVID-19) dalam waktu 24 jam terakhir.

Demikian otoritas Italia melaporkan pada Rabu (25/3/2020) waktu setempat, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (26/3/2020).

Tercatat jumlah ini lebih rendah dari angka kematian pada hari sebelumnya, Selasa (24/3/2020), sebanyak 743.

Dengan jumlah kematian baru ini, kini tercatat total 7.503 orang telah meninggal karena COVID-19, dalam waktu hampir satu bulan.

Wilayah utara Lombardy, sejauh ini menjadi terbanyak kasus infeksi.

Namun dalam beberapa hari ini, menunjukkan penurunan tajam dalam jumlah kematian dan kasus infeksi baru pada Rabu (25/3/2020).

Presiden FIGC Menolak Keras Gagasan Liga Italia Dihentikan & Menganggap Itu Skenario Terburuk

Sejauh ini jumlah kasus infeksi COVID-19 di Italia meningkat menjadi 74.386 dari 69.176 pada hari sebelumnya.

Pemerintah Italia telah mengambil kebijakan Lockdown untuk 60 juta penduduknya semenjak 12 Marret lalu. Semenjak itu masyarakat dilarang berkumpul dan sebagian besar toko tertutup.

Polisi pun melakukan penjagaan dan operasi terhadap mereka yang masih berkeliaran di jalanan.

Polisi memeriksa dokumen dan menayakan alasan mereka ke luar rumah.

Comments