Hati-hati, Obesitas Bisa Bikin Otak Pikun

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Hati-hati, Obesitas Bisa Bikin Otak Pikun

Hati-hati, Obesitas Bisa Bikin Otak Pikun

KEPONEWS.COM - Hati-hati, Obesitas Bisa Bikin Otak Pikun Penderita obesitas atau yang mempunyai lingkar perut besar, selama ini dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan. Sebuah studi terbaru menunjukkan, bahwa penderita berat badan berlebih cenderung me...
Loading...

Penderita obesitas atau yang mempunyai lingkar perut besar, selama ini dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan. Sebuah studi terbaru menunjukkan, bahwa penderita berat badan berlebih cenderung mengalami penyusutan pada jaringan otak mereka.

Studi terhadap lebih dari 9.600 orang dewasa di Inggris menemukan, bahwa orang obesitas mempunyai volume materi abu-abu di otak yang lebih sedikit dari rekan-rekan mereka yang berbobot normal.

Materi abu-abu mengandung sebagian besar sel-sel saraf otak, sedangkan materi putih mengandung serat yang menghubungkan banyak sekali bagian otak.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan penyusutan materi abu-abu dengan peningkatan risiko demensia di masa depan. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa mereka tidak dapat menarik kesimpulan tegas dari temuan terbaru ini. Studi ini hanya menemukan hubungan, dan tidak membuktikan alasannya adalah karena.

Obesitas dapat memengaruhi keseimbangan hormonal

"Kami hanya mengukur volume materi abu-abu pada satu kesempatan, sulit untuk menafsirkan apakah perbedaan itu bermakna secara klinis," kata Mark Hamer, seorang profesor di Loughborough University di Leicestershire, Inggris, dilansir dari Health24, Sabtu 12 Januari 2019.

image_title

Cara Diet Sehat dan Tepat untuk Hindari Obesitas

image_title

Pola Pikir Salah, Picu Bertambahnya Penderita Obesitas

image_title

Ini yang Terjadi Saat Kelebihan Berat Badan Dibiarkan

Sebelumnya, sejumlah penelitian yang sama juga sudah dilakukan, namun kesimpulannya beragam. Beberapa tidak menemukan korelasi, sementara yang lain tidak bisa mendapatkan hasil yang jelas.

Alasannya, saat seseorang mengalami penurunan kemampuan otak hingga pikun, bobot tubuh mereka bisa menyusut 5-10 tahun sebelum gejala itu mulai terlihat.

Hal ini bisa saja mematahkan teori korelasi antara obesitas dan demensia. Itu sebabnya, penting bagi peneliti untuk melihat indikator risiko demensia sebelumnya, seperti penyusutan volume otak.

"Ini pelajaran yang bagus. Demensia ialah proses yang panjang, dan ini terlihat pada sifat yang terjadi di sepanjang jalan," jelasnya. (ren)

Loading...
Loading...

Comments