Hari Raya Galungan, Tanda Kemenangan Semesta

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Hari Raya Galungan, Tanda Kemenangan Semesta

Hari Raya Galungan, Tanda Kemenangan Semesta

KEPONEWS.COM - Hari Raya Galungan, Tanda Kemenangan Semesta PADA tahun ini perayaan Hari Raya Galungan jatuh pada 16 September-26 September 2020. Lalu, apa sih latar belakang serta makna dari perayaan hari besar umat Hindu tersebut? Sudah diketahui bersama bah...

PADA tahun ini perayaan Hari Raya Galungan jatuh pada 16 September-26 September 2020. Lalu, apa sih latar belakang serta makna dari perayaan hari besar umat Hindu tersebut?

Sudah diketahui bersama bahwa masyarakat Bali terkenal akan tata cara istiadatnya yang masih sangat kental. Banyaknya upacara istiadat yang dilakukan setiap tahunnya dengan banyak sekali makna kebaikan di setiap perayaannya, termasuk Hari Raya Galungan.

Perayaan Hari Raya Galungan dilaksanakan setiap 210 hari terhitung dari kalender Bali, tepatnya pada hari Budha Kliwon Dungulan. Berlangsung selama 10 hari berturut-turut, Hari Raya Galungan mempunyai makna rasa syukur atas peringatan kemenangan Dharma (kebenaran) yang melawan Adharma (kejahatan) melalui restu Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Latar Belakang Hari Raya Galungan

Dilansir dari menyebarkan sumber, pada hari Galungan adanya kepercayaan akan di mana para dewa turun ke bumi dan akan kembali ke khayangan setelah perayaan berakhir atau tepat di Hari Kuningan. Dalam sejarahnya bermula akan kisah zaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai kekuatan dan kesaktian mandragunanya, yang bernama Raja Mayadenawa.

Mempunyai kelebihan akan kesaktiannya tersebut, ia hidup dengan rasa sombong dan angkuh sehingga selalu merasa akan dirinya yang patut untuk disembah oleh rakyat. Bahkan rasa angkuhnya mengakibatkan penguasan atas seluruh wilayah di Bali hingga ke wilayah Lombok, Sumbawa, Bugis, dan Blambangan.

Berlibur di Era New Normal, Simak 5 Persiapannya

bali

Dampak kesengsaraan yang dirasakan rakyat akhirnya sampai pada keibaan hati seorang pendeta bernama Sangkul Putih atau Mpu Sangkul Putih. Melakukan usaha dari meditasi hingga meminta bantuan atas inspirasi yang ia terima sudah dilaksanakannya. Hingga tiba bantuan dari India dan Kahyangan yaitu seorang pemimpin Dewa Indra. Kedatangannya yang terlacak oleh Mayadenawa, membuat terjadinya peperangan diantara kedua belah pihak.

Hingga akhirnya kemenangan Dewa Indra yang berhasil membunuh Raja Mayadenawa tersebut disimbolkan sebagai tanda kemenangan kebaikan yang melawan kejahatan. Itulah mengapa adanya peringatan Hari Raya Galungan tersebut. Selain itu juga sebagai perayaan yang memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya.

Selanjutnya

Comments