Harga Minyak Melonjak, Brent Dipatok USD69,02 per Barel

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Melonjak, Brent Dipatok USD69,02 per Barel

Harga Minyak Melonjak, Brent Dipatok USD69,02 per Barel

KEPONEWS.COM - Harga Minyak Melonjak, Brent Dipatok USD69,02 per Barel NEW YORK - Harga minyak naik hingga 15% pada perdagangan Senin waktu setempat, dengan Brent mencatat lompatan terbesar lebih dari 30 tahun di tengah rekor volume perdagangan. Hal ini setelah serangan...
Loading...

NEW YORK - Harga minyak naik hingga 15% pada perdagangan Senin waktu setempat, dengan Brent mencatat lompatan terbesar lebih dari 30 tahun di tengah rekor volume perdagangan. Hal ini setelah serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi, memotong produksi minyak.

Serangan tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar yang relatif tenang dalam beberapa bulan terakhir. Namun sekarang pasar merasa kehilangan minyak mentah dari Arab Saudi, yang secara tradisional menjadi pemasok di dunia.

Usai Serangan Houthi, Arab Saudi Upayakan Pulihkan Produksi Minyak

Indeks volatilitas pasar minyak pun mencapai level tertinggi semenjak Desember 2018. Oleh karena itu, aktivitas perdagangan berharap harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, ditutup pada USD69,02 per barel, naik USD8,80. Kenaikan sebesar 14,6% menjadi persentase terbesar semenjak 1988.

Kilang Minyak

West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS berakhir pada USD62,90 per barel, melonjak USD8,05. Kenaikan sebesar 14,7% menjadi persentase terbesar semenjak Desember 2008.

"Serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi datang sebagai kejutan. Saya pikir tabel tiba-tiba bergeser di jalan prospek pasokan dan menangkap banyak orang yang lengah," ujar Analis Pasar Energi St. Paul Tony Headrick, dilansir dari Reuters, Selasa, (17/9/2019).

Dua Kilang Minyak Aramco Diserang Drone, Arab Pangkas Produksi Migas

Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbesar di dunia dengan kapasitas cadangan yang relatif besar. Negara tersebut juga menjadi pemasok terbesar terakhir selama beberapa dekade.

Namun, serangan akhir pekan terhadap fasilitas pemrosesan minyak mentah milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khura memangkas produksi hingga 5,7 juta barel per hari. Kemudian menimbulkan pertanyaan bagaimana kemampuan Aramco untuk mempertahankan ekspor minyaknya?

Selanjutnya
Loading...

Comments