Harga Beras Tembus Rp 15.000/Kg, Warga Pilih Beli Beras Bulog

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Harga Beras Tembus Rp 15.000/Kg, Warga Pilih Beli Beras Bulog

Harga Beras Tembus Rp 15.000/Kg, Warga Pilih Beli Beras Bulog

KEPONEWS.COM - Harga Beras Tembus Rp 15.000/Kg, Warga Pilih Beli Beras Bulog Tarakan - Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, terjadi dua kali kenaikan harga beras di Tarakan, Kalimantan Utara. Rata-rata kenaikan mencapai Rp 2.000/kg dan saat ini harga beras sudah mencapai Rp...
Tarakan - Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, terjadi dua kali kenaikan harga beras di Tarakan, Kalimantan Utara. Rata-rata kenaikan mencapai Rp 2.000/kg dan saat ini harga beras sudah mencapai Rp 15.000/kg, padahal sebelumnya di kisaran Rp 13.000/kg.

Tingginya harga beras sangat dikeluhkan warga, bahkan tidak sedikit yang beralih menggunakan beras Bulog. Salah satu warga yang membeli beras Bulog merupakan, Maryam, warga RT 26 Kelurahan Karang Anyar yang terpaksa membeli beras dari Bulog karena harganya lebih murah.

Beras di Tarakan Capai Rp 15.000/kgBeras di Tarakan Capai Rp 15.000/kg Foto: Sofyan Ali

"Baru kali ini beli beras Bulog, harganya cuma Rp 9.000/kg. Soal rasa, belum tahu karena baru kali ini beli. Biasanya beli satu karung yang beratnya 25 kilogram dengan harga sekitar Rp 300 ribu. Tetapi karena ada kenaikan, coba saja beras Bulog daripada tidak makan," terangnya, Jumat (12/01/2018).


Hal senada juga diungkapkan, Nursia, warga RT 10 Kelurahan Sebengkok. Dirinya mengaku membeli beras dengan jumlah yang berkurang. Jikalau biasanya dia membeli yang sekarung ukuran 25 kg, kali ini dirinya membeli yang satu karung ukuran 5 kg dengan harga sekitar Rp 80 ribu.

"Kenapa harga beras terus naik ini, terpaksa belinya yang ukuran kecil. Kalau beli yang 25 kilogram nanti untuk belanja lauk-pauk pakai apa. Gaji enggak ada kenaikan, tetapi harga-harga bahan pokok malah semakin naik. Apakah pemerintah tidak melihat kesulitan warganya, coba turun tangan apa penyebabnya, dan lakukan upaya untuk menormalkan kembali harga bahan pokok," bebernya.

Kenaikan harga beras diakui pedagang di pasar Gusher Tarakan. Semenjak pertengahan Desember hingga saat ini, sudah terjadi dua kali kenaikan harga. Kenaikan pertama Rp 500/kg, dan kenaikan kedua mencapai Rp 1.500/kg.


"Jadi harga beras yang sebelumnya Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram, dan saat ini yang paling mahal perkilogramnya Rp 15 ribu, itu beras yang baling baik. Kenaikan sudah dua kali terjadi semenjak Desember lalu. Kalau per karung kenaikan pertama Rp 5 ribu saja, tetapi kenaikan kedua mendapat Rp 15 ribu perkarung ukuran 25 kilogram," ungkap salah satu pedagang, Fadli.

Lanjut Fadli, bagi pembeli yang bisa dia akan tetap membeli beras seperti biasa. Tetapi bagi warga dengan ekonomi menengah ke bawah, akan mengeluh dan banyak yang beralih ke beras dari Bulog yang harganya jauh lebih murah. Yaitu hanya Rp 9.000/kg.

"Pelanggan, terima enggak terima, mau tidak mau tetap beli. Kalau soal kemungkinan apakah akan naik lagi atau tidak, itu kita belum tahu. Kasihan itu warung-warung makan, karena mereka juga terpaksa naikkan harga jualannya untuk menutup operasional. Bahkan semenjak beberapa hari terakhir beras Bulog banyak dicari pembeli," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Tarakan, Tajuddiin Tuwo justru memberikan keterangan yang bertolak belakang dengan kondisi pasar. Menurutnya harga besar masih normal karena belum di atas Herga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.500/kg.

"Masih normal, harga beras kita awasi kok. Kalau harga beras premium belum ada yang jual di atas HET yang kita tetapkan sebesar 13.500, beras premium dipasaran masih di harga Rp 13.000/kg, berarti masih aman. Kalau harga beras medium dikisaran Rp 9.950/kg, sedangkan HET-nya Rp 10.000/kg," paparnya.


Selama ini, beras yang beredar di Tarakan dan Kaltara berasal dari pulau Jawa dan Sulawesi, ditambah biaya transportasi dan bongkar muat di pelabuhan harganya bisa lebih tinggi. Meskipun demikian, harga akan tetap dikontrol.

"Kalau beras Bulog yang premium hanya dijual seharga Rp 11 ribu perkilogram, sedangkan kelas medium harganya hanya Rp 9 ribu perkilogram. Kita sebar beras Bulog ini salah satu cara kami mengantisipasi lonjakan harga, dan Bulog juga standby begitu ada gejolak harga kita lakukan operasi pasar," tegas Tajuddin.

Stok beras di gudang Bulog yang ada di Jalan Kusuma Bangsa sektar 1.500 ton dan masih cukup untuk stok 3-4 bulan ke depan.

"Mudah-mudahan tidak terjadi gejolak harga, supaya ekonomi tetap stabil," pungkasnya.

Bulog Gelar Operasi Pasar di Makassar, Lepas 33 Ton Beras Medium Rp. 9.000/kg

Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sulselbar mengelar operasi pasar. Operasi pasar beras medium ini di hargai Rp. 9.000 Kg. Operasi pasar ini ditujukan di 10 pasar di Makassar dengan jumlah 33 ton beras.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan, yang melepas operasi pasar mengatakan beras medium ini segera bisa disalurkan di sejumlah pasar dengan tepat sasaran. Ia meminta paling lambat hingga Maret semua beras bisa disalurkan.

Beras Bulog di MakassarBeras Bulog di Makassar Foto: Ibnu Munsir
"Kami harap operasi pasar ini segera disalurkan di sejumlah pasar tradisional di Sulsel dan Sulbar. Kami pastikan selesai hingga Maret," Kata Kasan di Gudang Bulog Makassar Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (12/1/2018).

Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Sulselbar Lusiyana Gobel mengatakan stok beras yang ada di gudang bulog Makassar sebanyak 9.000 ton beras, dengan jumlah ini sangat aman hingga memenuhi kebutuhan masyarakat berapapun.

"Kami ada stok di gudang bulog Makassar 9.000 ton, sangat aman dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Lusiyana Gobel di Gudang.

Hingga kini operasi pasar beras medium ini akan terus digelar di sejumlah pasar tradisional di Sulselbar. Pihak Bulog menjamin kebutuhan dan harga beras bisa stabil dengan operasi pasar ini.

Beras Bulog di MakassarBeras Bulog di Makassar Foto: Ibnu Munsir (eds/eds)


Comments