Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe Biden

Internasional

News / Internasional

Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe Biden

Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe Biden

KEPONEWS.COM - Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe Biden Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe BidenPenyelenggara Munich Security Conference (MSC) tahun ini harus berimprovisasi. Karena acara tahunan yang biasanya...
Harapkan Diplomasi Baru, Munich Security Conference (MSC) Gelar Mimbar untuk Joe Biden

Penyelenggara Munich Security Conference (MSC) tahun ini harus berimprovisasi. Karena acara tahunan yang biasanya mempertemukan para pembuat kebijakan dan pejabat keamanan global tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya karena dihadang pandemi Covid-19. Padahal konferensi yang dimulai semenjak 1963 dan berlangsung setiap bulan Februari di kota M nchen ini ialah forum informal yang sudah sering jadi ajang terobosan politik keamanan baru.

Panitia memutuskan untuk menunda pelaksanaan MSC tahun ini, namun tetap menggelar diskusi khusus secara online pada hari Jumat (19/2) pukul 15 waktu setempat. Penggagas MSC, mantan diplomat kawakan Wolfgang Ischinger, tetap ingin mempertemukan para pemimpin untuk bertukar pandangan soal banyak sekali masalah global.

"Jikalau ini konferensi seperti biasa, para presiden akan muncul dengan puluhan anggota staf," kata Wolfgang Ischinger kepada DW. "Kami dapat berbicara dengan orang-orang ini dan membuatkan keprihatinan dan hal-hal penting ", yang tidak mungkin dilakukan secara virtual.

Konferensi ini biasanya juga dihadiri para pejabat Rusia, Cina dan Timur Tengah untuk membahas masalah-masalah kontroversial. Tapi kali ini, bahan pembahasan dan poeserta terpaksa dibatasi.

"Ini akan menjadi acara Amerika-Eropa," kata Wolfgang Ischinger, "untuk menyatukan tindakan kita dan terlibat dalam masalah-masalah global seperti iklim, pandemi dan terorisme."

Mimbar untuk Joe Biden

Joe Biden sudah dua kali menghadiri MSC sebagai wakil presiden Barack Obama. Kali ini dia akan muncul pertama kalinya sebagai presiden AS, walaupun hanya secara virtual. Biden diharapkan bisa menerangkan lebih jauh inti diplomasi luar negeri pemerintahannya.

Satu jam pertama tema yang akan dibahas merupakan masalah global paling mendesak, yaitu pandemi COVID-19, dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pendiri Microsoft Bill Gates, dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Ghebreyesus.

Selain itu, krisis perubahan iklim juga akan disorot, dengan menghadirkan utusan iklim Joe Biden, mantan menteri luar negeri John Kerry.

Sekalipun ini merupakan forum informal, namun panitia MSC tetap harus cermat mengakomodasi daftar pembicara yang terus bertambah, dengan tetap memperhatikan jadwal yang ketat.

Awalnya, yang akan diberi kesempatan berbicara hanyalah Joe Biden dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Namun Presiden Prancis Emmanuel Macron akhirnya diundang, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Para wartawan menjuluki mereka The Fantastic Four hubungan tran- Atlantik.

Risiko perselisihan tak berujung

AS mempunyai komitmen keamanan di daerah Asia-Pasifik yang tidak dimiliki Uni Eropa. Hal ini memungkinkan Uni Eropa menjalin hubungan lebih baik dengan Cina, terutama dalam bidang komersial. Setelah Donald Trump melancarkan perang dagang sengit terhadap Cina, negara itu mulai beralih membangun hubungan lebih luas dengan Uni Eropa. Donald Trump juga melancarkan perang dagang terhadap Uni Eropa, yang membuat hubungan dagang kedua daerah merenggang.

Menurut statistik terbaru yang dirilis Uni Eropa hari Senin ((15/2), Cina sekarang menggantikan posisi AS sebagai mitra dagang terbesar Uni Eropa. Awal tahun ini, Uni Eropa dan Cina menandatangani kesepakatan investasi yang luas.

Jadi, pertemuan AS dan Eropa saat ini memang punya makna penting, untuk memperbaiki lagi hubungan yang sempat mendingin. Sementara AS perlu membuktikan kepada sekutunya di Eropa bahwa ia masih merupakan mitra keamanan yang dapat dipercaya, AS juga ingin ada jaminan bahwa Eropa bersedia mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk pertahanannya sendiri dan untuk masalah-masalah global lainnya. (hp/vlz)

Comments