Hampir 50 Persen Puskesmas Punya Vaksinator Lebih dari 6 Orang

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Hampir 50 Persen Puskesmas Punya Vaksinator Lebih dari 6 Orang

Hampir 50 Persen Puskesmas Punya Vaksinator Lebih dari 6 Orang

KEPONEWS.COM - Hampir 50 Persen Puskesmas Punya Vaksinator Lebih dari 6 Orang Sebagai fasilitas kesehatan terdekat yang menyentuh masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah. Puskesmas punya peran penting dan besar dalam kelancaran program vaksinasi nasional da...

Sebagai fasilitas kesehatan terdekat yang menyentuh masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah. Puskesmas punya peran penting dan besar dalam kelancaran program vaksinasi nasional dalam upaya melawan pandemi Covid-19.

Lalu bagaimana kesiapan dari puskesmas yang tersebar di banyak sekali wilayah di Indonesia ini sendiri dalam menjalankan program vaksinasi Covid-19?

Vaksinator

Untuk melihat sudah sampai mana level kesiapan puskesmas di banyak sekali daerah di Indonesia, digelarlah survei cepat yang digelar Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) terkait kesiapan puskesmas untuk vaksinasi Covid-19.

Survei ini digelar secara daring dari tanggal 1 Februari hingga 15 Maret 2021, dengan melibatkan sebanyak 184 orang responden dari banyak sekali latar belakang profesi mulai dari dokter umum, perawat, bidan, dokter gigi, dan tenaga promosi kesehatan dan dengan catatan mayoritas responden di puskesmas mempunyai posisi sebagai penanggung jawab program UKP, kefarmasian, dan laboratorium, penanggung jawab program UKM esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat, kepala puskesmas, penanggung jawab mutu, dan penanggung jawab program UKM pengembangan.

Sebanyak 184 orang ini berasal dari 149 puskesmas di 96 kabupaten/kota di 30 provinsi. Sebagian besar responden telah bekerja di puskesmas rata-rata lebih dari 3 tahun (NULL,5 persen). Responden paling banyak berasal dari provinsi Jawa Timur (NULL,8 persen), Jawa Barat (NULL,6 persen), Sumatera Utara (NULL,6 persen), Daerah Istimewa Yogyakarta (NULL,5 persen), dan NTB (NULL,5 persen).

Responden dipilih memakai kombinasi teknik snowballing dan convenience sampling, tautan survei dibagikan melalui sosmed dan media online lainnya dan atau hasil rekomendasi. Kriteria inklusi responden merupakan seseorang yang saat ini sedang bekerja di puskesmas tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Pengumpulan data dilakukan memakai platform typeform. Pertanyaan-pertanyaan pada informasi lapangan diadopsi dari rangkaian penilaian kapasitas pelayanan kesehatan dalam konteks pandemi Covid-19 dari WHO, yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan petunjuk teknis vaksinasi Covid Indonesia dan hasil dari uji validitas dan reliabilitas informasi lapangan lalu datanya dianalisis secara deskriptif memakai STATA.

Aspek pertama dari survei di atas, perihal kesiapan sumber daya manusia yang jadi pilar esensial dalam pelaksanaan vaksinasi. Mengingat, jumlah vaksinator yang cukup dan terlatih akan mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi juga memastikan tercapainya pelayanan yang berbobot.

Dari hasil survei yang dipaparkan di acara Diskusi Publik: "Mengoptimalkan Peran Puskesmas dalam Program Vaksinasi Nasional, Selasa (4/5/2021) ditemukan sebanyak 49 persen puskesmas sudah mempunyai tenaga vaksinator berjumlah di atas enam orang.

Lalu 42,4 persen responden puskesmas dengan jumlah empat hingga enam orang. Tapi, di sisi lain sebanyak 8,7 persen masih ada puskesmas yang hanya punya tenaga vaksinator satu hingga tiga orang saja.

Dipaparkan lebih lanjut, di antara tenaga vaksinator tersebut, 88,6 persen menyebutkan seluruh tenaga vaksinator bertugas tersebut merupakan staf dari puskesmas. 10,3 persen responden mengatakan sebagian dari tenaga vaksinator tersebut merupakan staf puskesmas tersebut itu sendiri.

Sedangkan sebagian lagi merupakan enaga tambahan yang diadakan mandiri atau diperbantukan oleh pemerintah maupun pihak lain. Untuk pembekalan, 47,3 persen responden mengaku bahwa hanya sebagian tenaga vaksinasi di puskesmas yang mendapatkan pelatihan terkait vaksinasi.

Dari hasil survei cepat di atas, memperlihatkan memang sebagian besar responden puskesmas sudah punya minimum jumlah tenaga vaksinator sesuai standar juknis Kementerian Kesehatan RI. Tapi perlu diingat, hampir 90 persen puskesmas mendayagunakan staf puskesmas untuk program vaksinasi dan hanya sedikit yang mendapatkan bantuan tenaga tambahan. Ditambah lagi, faktanya tidak seluruh tenaga vaksinator di puskesmas sudah mendapatkan pelatihan professional terkait vaksinasi Covid-19 dan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi).

(DRM)

Comments