Genap Usia 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan: Kami Ingin Lebih Baik

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Genap Usia 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan: Kami Ingin Lebih Baik

Genap Usia 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan: Kami Ingin Lebih Baik

KEPONEWS.COM - Genap Usia 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan: Kami Ingin Lebih Baik Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan genap berusia 40 tahun. Di usianya yang sudah melewati 4 dekade, badan yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) ini berkomitme...
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan genap berusia 40 tahun. Di usianya yang sudah melewati 4 dekade, badan yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) ini berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan manfaatnya kepada pekerja yang ikut dalam kepesertaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, peningkatan layanan dan manfaat kepesertaan terus digeber. Selain itu, jumlah kepesertaan juga diupayakan terus ditingkatkan sejalan dengan pelaksanaan perlindungan dan jaminan tenaga kerja sesuai dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2011.

"Kita berupaya meningkatkan perlindungan, manfaat, dan layanan kepada peserta. Kami ingin lebih baik, kami ingin lebih," kata Agus saat Malam Apresiasi 40 Tahun BPJS Ketenagakerjaan di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Diungkapkannya, pihaknya terus berupaya menjangkau lebih banyak pekerja yang bisa dilindungi BPJS Ketenagakerjaan. Inovasi menjaring kepesertaan terus dilakukan, salah satunya lewat program Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).

Perisai merupakan agen-agen yang bertugas mensosialisasi, mengedukasi, serta memberikan pemahaman terkait BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat di pelosok dan pedesaan. Dengan bekerja sama dengan perbankan, dibuat platform yang memudahkan agen Perisai melakukan pembayaran melalui teknologi seperti smartphone.

"Untuk perluasan kepesertaan, kami melakukan serangkaian sosialisasi masif langsung. Kami lakukan pendampingan para kelompok komunitas lewat sistem keagenan jaminan sosial yang kita beri nama Perisai. Sistem keagenan dilengkapi dengan teknologi terkini berbasis digital," ungkap Agus.

Di kesempatan yang sama, Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tubagus Achmad Choesni, mengungkapkan selama 40 tahun usianya, BPJS Kesehatan terus mengalami peningkatan pesat dalam layanan untuk jaminan pekerja.

"Kita merasakan kemajuan pesat dalam jaminan ketenagakerjaan. Kalau merayakan ulang tahun selalu amanatkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam konteks BPJS Ketenagakerjaan, 40 tahun tentu artinya peningkatan kualitas, khususnya dalam rangka pelayanan. Pelayanan manfaat harus lebih baik, lebih mudah, dan memenuhi kebutuhan," ujar Choesni.

Diungkapkannya, salah satu capain paling besar BPJS Ketenagakerjaan di 40 tahun usianya, yakni saat ini sudah melindungi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

"Baru-baru ini sesuai dengan amanat UU BPJS Ketenagakerjaan juga melindungi pekerja migran Indonesia. Saat ini perkembangannya sudah 80% yang sudah terlindungi dan akan terus meningkat," tutur Choesni.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakiri mengatakan, kinerja BPJS Ketenagakerjaan sudah sangat baik dengan peningkatan aset saat ini yang sudah mencapai Rp 311 triliun per Oktober 2017. Melonjak dari aset dua tahun lalu sebesar Rp 206 triliun. Jumlah peserta saat ini juga sudah cukup besar yakni 43 juta pekerja.

Genap Usia 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan: Kami Ingin Lebih BaikFoto: Muhammad Idris/detikcom
Lanjut Hanif, dirinya menitikberatkan 4 poin yang perlu dilakukan BPJS Ketenagakerjaan di usianya yang sudah 40 tahun.

"Saya ingin ke depan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada pesertanya. Kedua jumlah kepesertaan digenjot terus, termasuk pada pekerja bukan penerima upah, ketiga perkuat pengawasan agar kepatuhan perusahaan mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta, dan keempat saya mendorong agar manfaatnya bisa ditingkatkan untuk peserta," terang Hanif.

Di Malam Perhargaan 40 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan memberikan sejumlah penghargaan terkait perlindungan kepada pekerja yakni:

Penghargaan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK)
RS Murni Teguh Memorial Medan
RS Santa Elisabeth Batam
RS RK Charitas Palembang
RS EMC Tangerang
RS Siloam TB Simatupang Jakarta
RS Mandaya Karawang
RS Panti Rapih
RS Prima Husada
RS Siloam Balikpapan
RS Awal Bros Makassar
RS Harapan Keluarga Mataram

Penghargaan Desa Sadar Jaminan Sosial
Juara Harapan I: Desa Koto Baru Kabupaten Solok
Juara Harapan II: Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi
Juara Harapan III: Desa Kalisidi Kabupaten Semarang

Juara I: Desa Grabagan Kabupaten Sidoarjo
Juara II: Desa Dangin Puri Kangin Kota Denpasar
Juara III: Desa Saonek Kabupaten Raja Ampat

Penghargaan Zero Accident
Juara I: PT Pelindo III (Persero)
Juara II: PT Indonesi Asahan Aluminium (Persero)
Juara III: PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) (ega/hns)


Comments