Garuda Indonesia Cari Modal Rp4,35 Triliun

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Garuda Indonesia Cari Modal Rp4,35 Triliun

Garuda Indonesia Cari Modal Rp4,35 Triliun

KEPONEWS.COM - Garuda Indonesia Cari Modal Rp4,35 Triliun JAKARTA - Setelah sebelumnya menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), rupanya dinilai belum cukup bagi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk mendanai ekspansi bisnisnya. Mask...

JAKARTA - Setelah sebelumnya menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), rupanya dinilai belum cukup bagi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk mendanai ekspansi bisnisnya. Maskapai penerbangan plat merah ini berencana mencari pendaan skema baru untuk mengganti skema pendanaan yang bersifat jangka pendek menjadi jangka panjang.

CEO Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan, pihaknya akan mencari pendanaan dengan skema global syndicated loan atau kredit sindikasi global. Pendanaan terbaru yang akan kami usahakan adalah global syndicated loan sebesar USD200 juta sampai USD300 juta, ujarnya di Jakarta.

Kredit sindikasi global ini direncakan untuk melengkapi skema pendanaan Garuda yang sebelumya adalah sekuritisasi aset adalah KIK EBA sebesar Rp2 triliun. Terkait bank yang akan masuk, Pahala belum bisa mengatakannya, menurutnya ini akan mengubah 70% pendanaan yang saat ini bersifat jangka pendek.

Sehingga 60% sampai 70% pendanaan akan berjangka waktu 2 sampai 4 tahun. Finalisasi rencana ini akan selesai sebelum akhir bulan September, paparnya.

Dirinya juga mengungkapkan, perseroan bakal membuka tiga rute baru penerbangan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata Tanah Air. Dijelaskannya, pembukaan rute tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan untuk mendorong perekonomian melalui sektor pariwisata. Intinya konektivitas kan? Jadi bagaimana kita dapat terus kembangkan rute baik dari luar menuju ke Indonesia untuk bisa mengembangkan adanya (kunjungan) turis," kata Pahala.

Tahun ini, Garuda Indonesia membuka 3 rute baru salah satunya ialah rute Mumbai - Denpasar, mengingat kunjungan turis India ke Indonesia semakin bertambah."Tentunya India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan turis yang terbesar saat ini sudah hampir mencapai 500 ribu turis. Lalu kemudian China sebagai negara yang terbesar saat ini juga kita liat potensi pertumbuhannya masih di atas 20-an persen bahkan mencapai 40-an persen," ujarnya.

Selain itu, Garuda juga mengembangkan konektivitas penerbangan dalam negeri khususnya bandara - bandara yang memang mempunyai potensi cukup baik dalam hal mendatangkan turis. Tidak hanya Bali, namun daerah di luar Bali saat ini sudah mulai menjadi prioritas.

"Karena Bali sampai sekarang masih mencapai 40% dari turis yang datang ke Indonesia berkunjung ke Bali. Tapi kita juga perlu melakukan diversifikasi dari turis-turis tersebut ingin pergi ke tempat-tempat mana saja."jelasnya.

Tahun ini, Garuda Indonesia berambisi mencetak untung setelah sebelumnya membukukan rugi. Selain itu, perseroan juga menargetkan total aset konsolidasi dapat mencapai USD5,3 miliar dengan liabilitas dan ekuitas masing-masing USD4,2 miliar dan USD1,18 miliar sepanjang 2018.

(feb)

(rhs)


Loading...

Comments