Gara-Gara Wabah Corona, Pedagang Sayur Online Kebanjiran Pesanan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Gara-Gara Wabah Corona,  Pedagang Sayur Online Kebanjiran Pesanan

Gara-Gara Wabah Corona, Pedagang Sayur Online Kebanjiran Pesanan

KEPONEWS.COM - Gara-Gara Wabah Corona, Pedagang Sayur Online Kebanjiran Pesanan Wabah corona yang melanda dunia mengubah tata cara hidup manusia. Biasanya orang-orang belanja di pasar atau mal. Namun karena perintah physical distancing guna mencegah penularan corona, maka para pe...

Wabah corona yang melanda dunia mengubah tata cara hidup manusia. Biasanya orang-orang belanja di pasar atau mal. Namun karena perintah physical distancing guna mencegah penularan corona, maka para pedagang mencari cara baru.

Sejumlah pedagang sayur, buah, dan daging di Kota Solo mulai go online alias beralih melayani pesan-antar menyusul perpanjangan status Kejadian Luar Biasa (KLB) hingga 13 April mendatang.

Jumlah pengunjung pasar turun drastis menyusul perintah di rumah saja dan menjalani pembatasan fisik atau physical distancing.

pesan sayur via online

Salah seorang penjual sayur di Pasar Gede Solo, Id'har Nugroho Nasution mengatakan, ia sudah menjadi suplier tetap restoran dan warung makan semenjak beberapa tahun lalu.

Restoran yang meliburkan diri karena KLB corona membuat omzetnya turun drastis. Belum lagi, pengunjung yang datang ke pasar juga semakin berkurang.

Saat belum KLB, saya sudah menjajal cara ini dengan promosi di sosmed tapi minim tanggapan. Setelah KLB, promosi saya itu banjir peminat, katanya.

Sebelumnya, Id'har hanya melayani pesan antar di wilayah Kota Solo. Namun, sekarang dia bisa melayani sampai wilayah Gentan, Sukoharjo, dan Palur, Karanganyar.

Metode layanan yang diterapkan adalah pelanggan mendapatkan pesanan daftar sayur berikut harganya lewat layanan perpesanan Whatsapp.

Mereka kemudian memesan sayur yang dibutuhkan. Total minimal pesan Rp100.000. Dalam sehari Id'har mengaku bisa melayani 20-30 pesanan.

Awalnya mereka pesan H-1, jadi hari ini pesan besok antar. Tapi karena banyaknya pesanan saya baru bisa antar lusa, ucap pemilik kios Pasar Gede lantai dasar Blok A4 itu.

Untuk mengakali biaya antar agar tidak terlalu mahal, Id'har cari barengan pesanan. Misalnya di daerah Gentan yang pesan tiga orang, dia antar sendiri. "Kalau mereka terburu-buru boleh pakai layanan ojek online," jelas dia.

Layanan serupa dilakukan warga Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Bagas Tri Gunawan. Pedagang sayur ini mencari sayur di Pasar Legi, Solo, dan Pasar Kartasura, Sukoharjo, kemudian dijualnya secara online.

Saat Tiongkok mulai ramai corona itu, saya sudah mulai tawarkan layanan ini. Tapi saat itu belum banyak peminat. Kemudian KLB terjadi dan saya iklankan di Facebook langsung ramai sekali, jelas Bagas.

Orderan yang tadinya paling banyak hanya 10 kali, kini naik jadi 40-an kali. Biasanya Bagas selesai antar pesanan siang, saat ini sampai malam hari pun dia masih melayani pengantaran. Metode pesannya hari ini pesan, besok antar.

Selanjutnya

Comments