Gara-Gara Virus Korona, Travel Agent Ini Batalkan Perjalanan ke China hingga Maret

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Gara-Gara Virus Korona, Travel Agent Ini Batalkan Perjalanan ke China hingga Maret

Gara-Gara Virus Korona, Travel Agent Ini Batalkan Perjalanan ke China hingga Maret

KEPONEWS.COM - Gara-Gara Virus Korona, Travel Agent Ini Batalkan Perjalanan ke China hingga Maret MEREBAKNYA virus Korona Wuhan (Corona virus/2019-nCov) membuat banyak negara memilih untuk melarang perjalanan ke China. Meskipun, Indonesia sendiri belum mengeluarkan travel warning ke China. Namun,...
Loading...

MEREBAKNYA virus Korona Wuhan (Corona virus/2019-nCov) membuat banyak negara memilih untuk melarang perjalanan ke China. Meskipun, Indonesia sendiri belum mengeluarkan travel warning ke China.

Namun, sebuah Biro perjalanan wisata atau travel agent di Solo memutuskan membatalkan semua tur tujuan Tiongkok. Hal ini menyusul merebaknya virus Korona di Wuhan dan beberapa wilayah lain di Tiongkok.

Hal itu terpaksa dilakukan meski biro-biro wisata ini harus menelan kerugian yang tak sedikit lantaran harus mengembalikan uang para wisatawan yang sudah mendaftar secara penuh.

Bagian Tiket Biro Wisata TX Travel Cabang Slamet Riyadi Solo, Yani, mengatakan semua tur tujuan Tiongkok setelah Hari Raya Imlek hingga awal Maret mendatang dibatalkan.

mengatakan semua tur tujuan Tiongkok setelah Hari Raya Imlek hingga awal Maret mendatang dibatalkan.

Menurutnya, agen wisatanya tidak mau menanggung risiko bila terjadi apa-apa di Tiongkok. Meski dalam hal ini, Wuhan bukan menjadi jujugan wisata mereka.

"Promo kami untuk awal tahun ini itu ke Hainan. Ini terpaksa kami cancel. Pemerintah di sana juga sudah membatasi penerbangan internasional yang masuk. Kami juga tidak mau mengambil risiko tinggi setelah sampai sana, meski jarak Wuhan ke Hainan itu jauh," ujarnya seperti dilansir dari Solopos.com.

Yani memaparkan biro wisata yang berpusat di Jakarta ini telah menjalin kerjasama dengan maskapai Lion Air untuk carter flight rute Jakarta-Hainan dan Surabaya-Hainan pergi pulang (PP) dalam dua tahun terakhir.

Selanjutnya

Comments