Gara-Gara Kentang Goreng, Profesor Harvard Dibully Netizen

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Gara-Gara Kentang Goreng, Profesor Harvard Dibully Netizen

Gara-Gara Kentang Goreng, Profesor Harvard Dibully Netizen

KEPONEWS.COM - Gara-Gara Kentang Goreng, Profesor Harvard Dibully Netizen DALAM sebuah berita yang diterbitkan oleh The New York Times pekan lalu, Eric Rimm, salah seorang professor dari Harvard T.H Chan School of Publich Health, mengklaim bahwa kentang temasuk ke dalam kat...


DALAM sebuah berita yang diterbitkan oleh The New York Times pekan lalu, Eric Rimm, salah seorang professor dari Harvard T.H Chan School of Publich Health, mengklaim bahwa kentang temasuk ke dalam kategori sayuran paling tidak sehat, apalagi kalau teknik pengolahannya melalui proses penggorengan.

Rimm, yang mengajar epidemiologi dan nutrisi, mengatakan warga Amerika sering mengalami kesulitan dalam mengontrol porsi ketika menyantap kentang goreng. Ia lalu mengusulkan sebuah solusi sederhana.

"Saya pikir akan lebih baik bila makanan disajikan bersama salad dan hanya enam potong kentang goreng saja," tuturnya.

Para pencinta kentang goreng ternyata tidak setuju dengan pernyataannya itu. Mereka memaksa Rimm untuk menanggapi dan mengklarifiasi komentarnya. Ini bukan masalah sepele mengingat kentang goreng atau french fries merupakan salah satu kudapan favorit warga Amerika.

(Adu Penampilan Gaya Krisdayanti dengan Mantan Istri Raul Lemos, Siapa Lebih Kece?)

Alhasil, terjadi perdebatan hebat di sosmed. Beberapa netizen menyerukan agar Rimm segera melepas gelar profesornya, sementara yang lain mulai mempertanyakan krediblitas Rimm sebagai pakar nutrisi.

"Seorang profesor dari Harvard mengatakan bahwa sesorang hanya boleh mengonsumsi enam potong kentang goreng per hari. Enam potong? Tidak mungkin!," tulis akun @LoriPrichard

"Berhenti menghancurkan hidup @nytimes," tulis akun @GissiSim sembari mengunggah tautan berita hasil karya Rimm.

Sementara itu, seorang penulis dan ahli diet, Bonnie Taub-DixTaub-Dix mengatakan kepada Today.com, bahwa kentang sebetulnya tidak seburuk yang digambarkan oleh berita New York Times.

"Sebuah kentang putih mempunyai jumlah potasium dua kali lebih banyak daripada pisang. Ini merupakan sumber serat yang baik dan mengandung vitamin C. Kandungan nutrisinya akan menjadi lebih bermanfaat jikalau kentang dipanggang, karena akan mengurangi kalorinya. Tapi jangan berpikir bahwa kentang goreng merupakan makanan yang harus dihindari," ujar Bonnie.

(Jelang Harbolnas, Ini 3 Kategori Produk yang Jadi Incaran saat Belanja Online)

Melihat kritikan tajam yang terus dilemparkan netizen kepada dirinya, Rimm kemudian berdalih bahwa pernyataan yang ia sampaikan pada berita tersebut hanyalah saran untuk para pengusaha restoran.

"Saran saya untuk NYTimes ialah bahwa mungkin setiap restoran harus memberikan ukuran porsi yang lebih kecil sebagai pilihan alternatif, bagi mereka yang sangat menyukai kentang goreng tapi tidak ingin menimbun bom pati di dalam tubuhnya," tulis Rimm kepada salah satu netizen.

Di dalam berita asli New York Times, sebetulnya telah disebutkan bahwa Departemen Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi tiga ons kentang goreng per hari. Bahkan, dalam berita yang sama, Lindsay Moyer, spesialis gizi yang bekerja dengan Center for Science in the Public Interest, juga mendorong pengunjung untuk memvariasikan menu makanannya, atau bahkan berhenti memesan kentang goreng yang disajikan bersama saus tomat atau mayones.

"Mengingat epidemi obesitas terus meningkat, sebaiknya kita mengurangi konsumsi makanan tidak sehat," tukas Moyer. Demikian dilansir dari Foxnews, Rabu (5/12/2018).

(tam)

Loading...

Comments