Gadis Iran Tewas Bakar Diri karena Larangan Nonton Sepakbola

Sepakbola

Sports / Sepakbola

Gadis Iran Tewas Bakar Diri karena Larangan Nonton Sepakbola

Gadis Iran Tewas Bakar Diri karena Larangan Nonton Sepakbola

KEPONEWS.COM - Gadis Iran Tewas Bakar Diri karena Larangan Nonton Sepakbola Seorang perempuan Iran meninggal dunia sesudah membakar diri seminggu yang lalu. Perempuan ini diciduk dan diadili karena menyamar sebagai laki-laki untuk menonton sepak bola. Persidangannya di Tehera...
Loading...

Seorang perempuan Iran meninggal dunia sesudah membakar diri seminggu yang lalu.

Perempuan ini diciduk dan diadili karena menyamar sebagai laki-laki untuk menonton sepak bola.

Persidangannya di Teheran ditunda, dan ia membakar diri di depan pengadilan.

Pihak berwenang Iran melarang perempuan menonton sepak bola di stadion.

Kisah perempuan ini diikuti oleh warga Iran dan memunculkan tagar "gadis biru" mengacu pada tim kesayangan si perempuan, Esteqlal yang bermarkas di Teheran.

Perempuan yang dikenal sebagai Sahar (bukan nama sebenarnya) ini diciduk pada bulan Maret lalu ketika mencoba masuk ke stadion sepak bola dengan menyamar sebagai pria.

Ia ditahan selama tiga hari dan dibebaskan dengan jaminan dan menunggu selama enam bulan untuk persidangan kasusnya.

Namun ketika ia ke pengadilan, persidangannya ditunda karena sang hakim punya keperluan keluarga secara mendadak.

Akhiri larangan

Sahar kemudian kembali ke pengadilan untuk mengambil telepon genggamnya, dan menurut beberapa laporan ia secara tak sengaja mendengar seseorang berkata bahwa ia bisa dihukum enam bulan hingga dua tahun penjara karena perbuatannya.

Mangayamma Yaramati berusia 73 tahun. - BBC

Rekor Dunia Ibu Tertua, Umur 73 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Monster Loch Ness

Misteri Monster Loch Ness Terpecahkan!

Sejumlah mahasiswa Papua di Jakarta berdemonstrasi guna menanggapi insiden di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, 17 Agustus lalu. - Antara/Dhemas Reviyanto

Paspor Veronica Koman Ditarik, Pertama Bagi Pegiat HAM di Indonesia

- Eddy Purwanto/NurPhoto via Getty Images

Revisi UU KPK: Posisi Presiden Jokowi 'Penyelamat atau Pembunuh KPK'

- Reuters

Trump Mendadak Batalkan Perundingan Tenang dengan Taliban

- Alamy

Kisah Ngeri Pastor yang Disekap Isis dan Dipaksa Bikin Bom

Sahar lalu membakar diri di depan gedung pengadilan, dan kemudian meninggal di rumah sakit.

Semenjak tahun 1981, perempuan di Iran dilarang masuk ke dalam stadion untuk menyaksikan cabang olahraga pria.

Kebijakan ini sempat dicabut sementara tahun lalu untuk yang disiarkan lewat streaming di stadion di Iran.


Penggemar sepak bola Iran mulai berkampanye untuk meminta agar perempuan diperbolehkan masuk ke dalam stadion dan menonton laga. - Getty Images

Pihak otorita sepak bola FIFA memasang tenggat tanggal 31 Agustus yang memaksa Iran untuk memperbolehkan perempuan masuk ke dalam stadion, tetapi pemerintah Iran tidak bisa memastikan dipenuhinya tenggat tersebut.

"Kami sadar akan tragedi ini dan sangat menyesalkannya," kata pernyataan tertulis FIFA.

"FIFA memberikan sedih cita kepada keluarga dan teman-teman Sahar dan menekankan lagi pentingnya seruan kami kepada pihak berwenang Iran untuk menjamin kemerdekaan dan keamanan perempuan yang terlibat dalam hal ini untuk mengakhiri larangan perempuan masuk ke dalam stadion".

Philip Luther dari Amnesty International menyebut kasus ini "menyedihkan" dan kematian ini memperlihatkan dampak dari "penghinaan terhadap hak perempuan" yang dilakukan oleh Iran.

Awal bulan ini, warga Iran memulai kampanye daring yang ditujukan kepada organisasi olahraga untuk melarang Iran ikut serta dalam kompetisi internasional untuk menghentikan campur tangan negara dalam olahraga.

Loading...

Comments